Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Celios: MBG Tidak Berpihak terhadap Kesejahteraan Guru

Celios: MBG Tidak Berpihak terhadap Kesejahteraan Guru

celios:-mbg-tidak-berpihak-terhadap-kesejahteraan-guru
Celios: MBG Tidak Berpihak terhadap Kesejahteraan Guru
service

Jakarta, NU Online

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesejahteraan guru masih menjadi perbincangan hangat di tengah publik. Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai belum sepenuhnya berpihak pada pendidik yang hingga kini masih banyak hidup dalam kondisi tidak sejahtera.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, pemberian MBG kepada siswa di tengah kondisi kehidupan guru yang masih memprihatinkan merupakan sebuah paradoks kebijakan. 

Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah dan tujuan pembangunan pendidikan yang ingin dicapai pemerintah.

Bhima menyoroti fakta bahwa hingga kini masih banyak guru yang terdampak efisiensi anggaran, bahkan sebelumnya memang sudah berada dalam kondisi ekonomi yang tidak layak. Ia menilai kondisi ini mencerminkan ketimpangan prioritas dalam kebijakan anggaran negara.

“Berapa banyak guru yang masih menerima bantuan sosial (bansos). Itu artinya sebenarnya guru yang harus ditolong terlebih dahulu. Tapi kalau kemudian dilompati hanya karena MBG adalah program pemerintah atas kampanye, saya kira ini tidak adil,” ujar Bhima melalui akun Instagram pribadinya yang dikutip NU Online, Ahad (25/1/2026). NU Online telah memperoleh izin dari Bhima Yudhistira untuk mengutip pernyataannya.

Bhima bahkan mengingatkan bahwa kebijakan semacam ini berpotensi memperburuk masa depan pendidikan nasional. “Saya kira kita ini sedang memupuk kuburan untuk pendidikan yang semakin gelap kemudian hari,” tandasnya.

Sementara itu, penulis Albar Bimantara menyebut MBG tetap dapat dijalankan, tetapi tidak boleh dibiayai dengan mengorbankan hak-hak guru.

“Solusinya ada di prioritas anggaran dan efisiensi, bukan memangkas kesejahteraan pendidik. Kalau negara mampu mendanai program bantuan, maka negara juga wajib menjamin gaji guru yang layak karena guru adalah fondasi masa depan bangsa,” ujar Albar.

Ia menyampaikan, keberpihakan nyata kepada guru harus diwujudkan dalam kebijakan konkret. Keberpihakan tersebut, menurutnya, harus tercermin melalui kenaikan gaji yang realistis, status kerja yang jelas, perlindungan hukum, serta peningkatan fasilitas mengajar.

“Bukan sekadar diberi pujian simbolik, tetapi kebijakan konkret yang membuat guru bisa hidup layak dan fokus mendidik,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.