Thu,30 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Butuh Lebih dari 7 Tahun buat Bersihkan Puing-puing Bangunan Hancur di Gaza

Butuh Lebih dari 7 Tahun buat Bersihkan Puing-puing Bangunan Hancur di Gaza

butuh-lebih-dari-7-tahun-buat-bersihkan-puing-puing-bangunan-hancur-di-gaza
Butuh Lebih dari 7 Tahun buat Bersihkan Puing-puing Bangunan Hancur di Gaza
service

Arina.id – Lebih dari 60 juta ton puing-puing bangunan menumpuk akibat dibombardir Israel selama perang di Gaza Palestina sejak 2023 silam. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan butuh lebih dari 7 tahun untuk membersihkan sisa-sisa bangunan hancur yang menumpuk dan berserak di mana-mana tersebut.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Layanan Proyek (UNOPS) Jorge Moreira da Silva dalam pernyataan tertulis setelah melakukan kunjungan ke Gaza. Dikutip dari Anadolu, da Silva juga mengungkapkan keprihatinannya tentang kondisi Gaza dan warganya.

“Saya baru kembali dari Gaza, di mana krisis kemanusiaan semakin dalam. Warga berada dalam kondisi kelelahan, trauma, dan keputusasaan,” kata Silva, beberapa waktu lalu.

Ia menekankan bahwa kondisi musim dingin yang keras dan hujan lebat semakin memperparah penderitaan warga di wilayah tersebut. Menurut Silva, sekitar dua juta penduduk Gaza membutuhkan perlindungan darurat, pasokan bahan bakar, serta pembersihan puing secara mendesak agar layanan dasar dapat kembali berjalan.

“Di Gaza terdapat lebih dari 60 juta ton puing, setara dengan muatan sekitar 3.000 kapal kontainer. Saat ini, rata-rata setiap warga Gaza dikelilingi sekitar 30 ton puing. Membersihkan seluruh puing ini kemungkinan akan memakan waktu lebih dari tujuh tahun,” ujarnya.

Silva menggambarkan tingkat kehancuran di Gaza sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia menyebut rumah, sekolah, klinik, jalan, serta jaringan air dan listrik hancur total. Kondisi ini, kata dia, berdampak serius terhadap anak-anak yang mengalami kehilangan dan trauma berkepanjangan.

“Anak-anak yang telah terputus dari pendidikan selama tiga tahun menghadapi risiko menjadi generasi yang hilang” katanya menambahkan.

UNOPS memperkirakan kebutuhan dana untuk pemulihan awal dan rekonstruksi di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Gaza dan Tepi Barat, mencapai 53,2 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 miliar dolar AS dibutuhkan secara mendesak dalam tiga tahun pertama.

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan melalui konferensi video dari Yerusalem ke Markas Besar PBB di New York, Silva mengatakan lebih dari 80 persen infrastruktur di Gaza telah hancur.

“Warga hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi. Tenda-tenda tempat tinggal tidak mampu melindungi mereka dari cuaca ekstrem,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bangunan yang masih berdiri perlu segera diperiksa kelayakannya agar dapat digunakan sebagai tempat tinggal sementara. Namun, langkah tersebut membutuhkan pembersihan amunisi yang belum meledak serta dukungan alat berat dan kapasitas teknis yang memadai.

Silva juga memperingatkan bahwa puing-puing di Gaza mengandung bahan berbahaya seperti asbes, serta kemungkinan adanya sisa-sisa jasad manusia.

Menjawab pertanyaan terkait hambatan masuknya bantuan, terutama perlengkapan musim dingin, Silva menegaskan perlunya membuka seluruh jalur masuk ke Gaza, termasuk melalui perbatasan Yordania, serta memastikan seluruh jalan di dalam Gaza dapat difungsikan.

Ia menyebut UNOPS memiliki 10 gudang bantuan kemanusiaan, namun distribusinya ke Gaza masih terhambat. “Di gudang-gudang itu terdapat bantuan setara dengan muatan 10 ribu truk, dan sebagian besar barang berisiko kedaluwarsa dalam beberapa pekan,” kata Silva.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.