Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Walhi Nilai Peralihan Izin Hutan ke Danantara Berpotensi Perparah Kerusakan Lingkungan

Walhi Nilai Peralihan Izin Hutan ke Danantara Berpotensi Perparah Kerusakan Lingkungan

walhi-nilai-peralihan-izin-hutan-ke-danantara-berpotensi-perparah-kerusakan-lingkungan
Walhi Nilai Peralihan Izin Hutan ke Danantara Berpotensi Perparah Kerusakan Lingkungan
service

Jakarta, NU Online

Wacana pengalihan izin-izin berusaha kehutanan yang dicabut pemerintah ke entitas lain melalui Danantara menuai kritik tajam dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Alih-alih menjadi langkah pemulihan ekologis, kebijakan tersebut dinilai berpotensi memperpanjang kerusakan hutan dan konflik agraria, serta menegaskan bahwa agenda pemulihan lingkungan belum menjadi prioritas negara.

Koordinator Kampanye Eksekutif Nasional Walhi Uli Arta Siagian menyoroti pencabutan 28 izin berusaha di Sumatra yang sebelumnya membuat bencana ekologis di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Bencana ekologis di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang menimbulkan kematian ribuan warga itu tidak dijadikan dasar untuk melakukan pemulihan, tetapi perpindahan penguasaan. Dari swasta ke entitas lain. Ini hanya konsolidasi modal, sementara alasan bencana ekologis dan keselamatan rakyat tidak dijadikan dasar kebijakan,” ujar Uli dalam Acara Membayar Mahal Ambisi Pertumbuhan: Dari Konflik, Bencana Ekologis, Hingga Krisis Lain di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Uli menegaskan bahwa pencabutan izin tanpa disertai rencana pemulihan ekosistem dan penyelesaian konflik sosial hanya akan memperkuat pola lama penguasaan lahan.

“Pengalihan izin ke Danantara justru menunjukkan kecenderungan konsolidasi penguasaan sumber daya alam oleh pemerintah dan korporasi, tanpa menempatkan lingkungan dan masyarakat sebagai fokus utama,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kehadiran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) justru lebih berfokus pada pemulihan aset usaha dibandingkan pemulihan lingkungan hidup. Dalam kerangka kebijakan tersebut, ekosistem tidak diposisikan sebagai aset yang harus dipulihkan.

“Logika yang bekerja hanya mengambil alih usaha, lalu menyerahkannya ke BUMN atas nama nasionalisasi. Sementara pemulihan lingkungan dan pemulihan hak rakyat semakin jauh dari agenda utama,” tegas Uli.

Uli mengingatkan, tanpa perubahan cara pandang dan kebijakan yang menempatkan ekosistem sebagai subjek utama, pengalihan izin ke Danantara justru berisiko memperpanjang siklus kerusakan hutan dan konflik agraria di Indonesia.

Senada, Direktur Eksekutif Nasional Walhi Boy Jerry Even Sembiring menekankan bahwa persoalan utama dari pencabutan izin adalah bagaimana proses pemulihannya dilakukan.

“Kita terkait dengan pencabutan izin ini bagaimana proses pemulihannya. Satu, pemulihan hak masyarakat adat dan masyarakat lokal,” ujarnya.

Boy mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang pencabutan izin yang berujung pada pengalihan konsesi ke korporasi lain. Kasus PT Indorayon di Sumatra Utara yang izinnya dicabut pada 1999, namun kembali beroperasi pada 2002 dengan nama baru, PT Toba Pulp Lestari (TPL).

“Kita tidak mau bahwa proses pencabutan izin diikuti dengan peralihan areal konsesi ke korporasi-korporasi lain,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.