Sat,23 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Stok AS Turun, Harga Minyak Naik ke USD67 per Barel

Stok AS Turun, Harga Minyak Naik ke USD67 per Barel

stok-as-turun,-harga-minyak-naik-ke-usd67-per-barel
Stok AS Turun, Harga Minyak Naik ke USD67 per Barel
service

KABARBURSA.COM — Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa, 4 Februari 2026, didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta data penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat yang lebih besar dari perkiraan pasar.

Mengacu laporan pasar energi global, harga minyak jenis Brent ditutup di kisaran USD 67,98 per barel atau naik sekitar 1,0 persen. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,1 persen ke level USD 63,90 per barel.

Kenaikan ini menandai rebound harga setelah pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam pergerakan harga minyak.

Sentimen utama datang dari meningkatnya kekhawatiran potensi gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah insiden yang melibatkan kapal Iran dan militer Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz.

Jalur ini merupakan salah satu rute pengiriman minyak paling strategis di dunia, sehingga setiap eskalasi konflik memicu kekhawatiran gangguan suplai global.

Analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, menilai risiko gangguan di jalur tersebut dapat langsung berdampak pada harga minyak global. Ia mengatakan,

“Jika apa pun mengganggu aliran melalui Selat Hormuz, premi risiko geopolitik itu dengan mudah dapat mendorong harga naik,” kata Phil dilansir dari Reuters, Rabu, 4 Februari 2026.

Selain faktor geopolitik, pasar juga mendapat dorongan dari data penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat yang dilaporkan turun lebih dari 11 juta barel.

Penurunan tajam ini memperkuat pandangan bahwa pasokan pasar global mulai mengetat, sementara permintaan energi tetap stabil di sejumlah negara konsumen utama.

Sementara itu, analis UBS Giovanni Staunovo menambahkan bahwa kombinasi faktor nilai tukar dan kondisi pasokan turut menopang harga minyak.

“Dolar AS yang lemah dan tanda-tanda pasokan yang lebih ketat membantu menopang harga dan menjaga mereka dekat dengan level tertinggi baru-baru ini,” ujarnya.

Pasar juga masih mencermati perkembangan produksi di sejumlah wilayah produsen utama, termasuk Kazakhstan, meskipun beberapa gangguan produksi sebelumnya mulai mereda.

Di sisi lain, optimisme terhadap permintaan energi global ikut muncul setelah adanya perkembangan kerja sama perdagangan antara Amerika Serikat dan India.

Dengan kombinasi risiko geopolitik, pengetatan pasokan, serta sentimen permintaan global yang membaik, pelaku pasar menilai harga minyak masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek, terutama jika ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.