Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Nabung Puluhan Tahun, Pedagang Kerupuk Keliling Asal Jombang Bakal Haji di 2026

Nabung Puluhan Tahun, Pedagang Kerupuk Keliling Asal Jombang Bakal Haji di 2026

nabung-puluhan-tahun,-pedagang-kerupuk-keliling-asal-jombang-bakal-haji-di-2026
Nabung Puluhan Tahun, Pedagang Kerupuk Keliling Asal Jombang Bakal Haji di 2026
service

NU Online Jombang,
Di balik setiap kayuhan sepeda ontel tuanya, Sutaji menyimpan harapan besar beribadah ke Tanah Suci. Ia menyusuri tiap jalanan dan gang sempit, menjajakan kerupuk dagangannya ke warung-warung dan para pelanggan setianya.

Sejak tahun 1970 saat statusnya masih bujangan, ia mulai merintis usahanya berdagang kerupuk. Pria 66 tahun asal Desa Sawiji, Jogoroto, yang kini tinggal di Desa Budug, Peterongan tersebut setiap hari mengayuh sepedanya untuk menjemput rezeki dari setiap bungkus kerupuknya.

Semua itu dilakukan dengan niat tulus ingin bisa mengunjungi Tanah Suci untuk beribadah. Saat menikahi Siti Hana pada tahun 1983 silam, Sutaji dan Siti Hana memiliki tekad kuat untuk menjalankan ibadah haji.

Kegigihan dan niat tulus Sutaji kini terbayar. Pada musim haji 2026 nanti, ia dan istrinya dijadwalkan berangkat.

“Sejak awal menikah, saya sudah berniat. Kalau Allah memberi rezeki, ingin sekali ke Tanah Suci Makkah,” tutur Sutaji, Ahad (1/2/2026).

Impian Sutaji yang kini di depan mata itu tidaklah didapat dengan cara instan. Selain berbekal niat yang tulus dan kegigihan dalam bekerja, Sutaji menerapkan hidup sederhana dalam kesehariannya.

Setiap pagi, sejak pukul 06.00 WIB, Sutaji mulai berkeliling menjajakan dagangannya di sekitar Peterongan hingga Jombang Kota. Kerupuk yang ia ambil dari sebuah pabrik kerupuk di Senden, Peterongan, itu biasanya sudah habis terjual kurang lebih dalam waktu satu jam.

Sutaji konsisten menyisihkan sebagian persen penghasilannya untuk ditabung. Mulai tahun 1980-an, kala itu penghasilannya sekitar 1000 rupiah per-hari, ia sisihkan 200 rupiah untuk tabungan haji.

“Yang penting niat dan hidup sederhana. Kebutuhan dipenuhi, sisanya ditabung,” katanya.

Selengkapnya klik di sini.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.