Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama

narasi-konflik-dalam-relasi-antar-umat-beragama
Narasi Konflik dalam Relasi Antar Umat Beragama
service

Mubadalah.id – Hingga saat ini, masih terdapat sebagian umat Islam yang membangun relasi antar umat beragama melalui pendekatan konfrontatif. Cara pandang ini berangkat dari semangat ghazawah atau peperangan, yang menempatkan kelompok berbeda agama sebagai musuh secara mutlak.

Pandangan tersebut tidak hanya bersifat teologis, tetapi juga berkembang menjadi sikap sosial yang melahirkan rasa takut, kecurigaan, serta ketidakpercayaan yang berkelanjutan.

Relasi berbasis konflik ini dibangun melalui narasi historis tentang permusuhan masa lalu yang terus direproduksi hingga hari ini. Akibatnya, muncul generalisasi, stereotip, dan tuduhan berlebihan terhadap kelompok lain. Dalam praktiknya, cara pandang semacam ini kerap menjustifikasi tindakan diskriminatif, bahkan kekerasan.

Secara teologis, pendekatan konfrontatif tersebut sering menjadi rujukan pada ayat-ayat al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad Saw., serta preseden sejarah tertentu, baik dari kehidupan Nabi maupun masa para sahabat. Rujukan ini kemudian diperkuat oleh praktik politik generasi setelahnya yang sarat kepentingan kekuasaan.

Sejarah panjang politik umat Islam, mulai dari Dinasti Umaiyah, Abbasiyah, hingga Utsmaniyah. Hal ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya terjadi antara umat Islam dan non-Muslim. Tetapi juga di antara sesama Muslim.

Meski merujuk pada kitab suci dan nabi yang sama, konflik internal umat Islam kerap berlangsung dengan semangat saling meniadakan atau zero sum game, di mana kemenangan satu pihak harus membayarnya dengan kehancuran pihak lain.

Namun demikian, sejumlah kalangan menilai bahwa narasi konflik tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan keseluruhan ajaran Islam.

Ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi tidak boleh kita pahami secara parsial. Melainkan harus melihatnya dalam kerangka yang lebih utuh dan kontekstual. Termasuk dalam membaca sejarah kehidupan Nabi Muhammad Saw. secara komprehensif. []

Sumber Tulisan: Ayat-ayat Relasi antar Umat Berbeda Agama dalam Perspektif Mubadalah

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.