Tue,28 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Tumbuh hingga 50 Meter, Pohon Ingul Penting Bagi Masyarakat Batak Toba

Tumbuh hingga 50 Meter, Pohon Ingul Penting Bagi Masyarakat Batak Toba

tumbuh-hingga-50-meter,-pohon-ingul-penting-bagi-masyarakat-batak-toba
Tumbuh hingga 50 Meter, Pohon Ingul Penting Bagi Masyarakat Batak Toba
service

Tumbuh hingga 50 Meter, Pohon Ingul Penting Bagi Masyarakat Batak Toba


Pohon ingul, yang juga dikenal dengan nama suren dan memiliki nama latin Toona sureni, merupakan jenis pohon penting dalam kehidupan masyarakat di kawasan Danau Toba, khususnya etnis Batak Toba. 

Sejak lama, ingul dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan solu, perahu tradisional yang digunakan untuk transportasi dan menangkap ikan di Danau Toba. 

Ketahanan kayu ingul terhadap air dan serangga menjadikannya sangat sesuai untuk kebutuhan tersebut dan memperkuat posisinya sebagai pohon bernilai ekologis, ekonomi, dan kultural.

Bisa Tumbuh hingga 50 Meter

Ingul termasuk dalam keluarga Meliaceae dan dikenal sebagai pohon yang mudah tumbuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Tingginya dapat mencapai 30 hingga 50 meter dengan diameter batang sekitar 1 hingga 2 meter. 

Pohon ini umumnya tumbuh pada ketinggian 600–1.200 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata sekitar 22 derajat Celsius. 

Di kawasan Danau Toba, ingul banyak ditemukan di kebun masyarakat, ditanam di sela-sela tanaman lain seperti kopi, kemiri, cokelat, dan mangga. Selain sebagai sumber kayu, ingul juga berfungsi sebagai tanaman pelindung yang membantu menjaga mikroklimat kebun.

Ingul dan Tradisi Solu

Kayu ingul memiliki serat berwarna putih agak kemerahan dengan urat memanjang, tekstur kuat, serta tidak mudah lapuk atau dimakan rayap. 

Masyarakat Batak Toba secara turun-temurun memanfaatkan kayu ini untuk membuat solu hau sada, yaitu perahu yang dibuat dari satu batang kayu utuh. 

Pada masa lalu, batang ingul dikeruk bagian tengahnya, sementara ujung dan tepinya dibentuk lancip. Proses ini membutuhkan keahlian tinggi dan pengetahuan khusus. 

Seiring perkembangan zaman, pembuatan solu kini lebih banyak menggunakan papan hasil potongan batang ingul, meski nilai simbolik solu dari satu batang kayu tetap kuat dalam budaya lokal.

Pohon Ingul dan Batak Toba

Selain perahu, kayu ingul digunakan sebagai bahan bangunan, terutama untuk dinding dan lantai rumah, serta sebagai dasar konstruksi rumah adat Batak Toba yang dikenal sebagai Ruma Bolon. 

Pada masyarakat Karo, ingul dimanfaatkan untuk pembuatan mebel dan alat musik. 

Daun dan kayu ingul juga memiliki fungsi lain. Penelitian BRIN tahun 2019 mencatat bahwa masyarakat Batak Toba menggunakan daun dan kayu ingul sebagai pestisida alami. 

Sementara itu, masyarakat Karo memanfaatkan daun suren sebagai ramuan obat diare dan campuran makanan tradisional untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Nilai Ekologi Pohon Ingul

Ingul memiliki nilai ekologi penting karena keberadaannya mendukung sistem pertanian campuran dan menjaga kualitas lingkungan. Namun, peran ingul dalam kehidupan masyarakat mulai menghadapi tantangan. 

Penurunan populasi ikan di Danau Toba, pencemaran perairan, serta invasi spesies predator seperti ikan lohan telah mengurangi minat masyarakat untuk menjadi nelayan atau pengrajin solu. 

Di sisi lain, penggunaan material modern dalam konstruksi rumah dan perahu juga mengurangi kebutuhan terhadap kayu ingul.

Nasib Pohon Ingul di Masa Depan

Meski masih banyak ditanam di kebun masyarakat, keberlanjutan pemanfaatan ingul memerlukan perhatian. 

Pohon ini bernilai ekonomi tinggi karena batangnya dapat diolah menjadi papan untuk berbagai kebutuhan. 

Namun, tanpa upaya pelestarian yang terencana, fungsi kultural dan ekologisnya berpotensi tergerus. 

Ingul bukan sekadar sumber kayu, melainkan bagian dari identitas dan pengetahuan lokal masyarakat Danau Toba yang perlu dijaga agar tetap lestari di tengah perubahan zaman.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.