Thu,14 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 3 Kalimat yang Harus Dihindari Orang Tua agar Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri

3 Kalimat yang Harus Dihindari Orang Tua agar Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri

3-kalimat-yang-harus-dihindari-orang-tua-agar-anak-tumbuh-lebih-percaya-diri
3 Kalimat yang Harus Dihindari Orang Tua agar Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri
service

Jakarta

Membesarkan anak untuk percaya diri ternyata enggak cuma soal memberi pujian saja, Bunda. Cara kita berbicara setiap harinya juga berperan besar dalam membentuk kepercayaan diri mereka.

Kata-kata yang kita anggap biasa saja justru bisa membuat anak merasa kurang nyaman. Hal ini sering terjadi saat kita menegur atau memberi arahan dalam keseharian.

Seorang pendidik di New York dan seorang penulis buku yang berjudul The Words That Shape Us, Lily Howard Scott, mengatakan bahwa banyak orang tua salah mengira usia tertentu kurang penting. Mereka kerap berpikir anak baru mulai benar-benar berkomunikasi ketika sudah lancar berbicara.

“Saya sering mendengar orang berpikir bahwa usia nol sampai lima tahun tidak terlalu penting, dan anak baru benar-benar mulai berkomunikasi ketika mereka sudah bisa bicara lancar,” kata Scott, dikutip dari CNBC Make It.

“Cara kita berbicara kepada anak-anak kecil akan menjadi cara mereka berbicara kepada diri mereka sendiri,” tambahnya.

Berkaitan dengan hal ini, Scott membagikan beberapa kalimat yang sebaiknya Bunda hindari supaya anak bisa tumbuh lebih percaya diri.

Berikut ini beberapa kalimat yang sebaiknya dihindari oleh orang tua, agar anak bisa tumbuh lebih percaya diri, seperti dilansir dari laman CNBC Make It.

1. “Kamu tidak bertanggung jawab”

Bunda, sebaiknya kita tidak langsung menandai sifat anak hanya karena satu kesalahan yang ia perbuat, ya. Alangkah lebih baiknya jika kita fokus menegur perbuatannya saja supaya ia tidak merasa rendah diri.

“Hindari penggunaan bahasa generalisasi yang menghubungkan jati diri anak dengan perilakunya,” kata Scott.

Mengucapkan kata-kata seperti, “Kamu tidak bertanggung jawab” dapat membuat anak merasa gagal dan minder, Bunda. Sebaliknya, kita bisa menegur perilakunya tanpa melabelinya.

Contohnya, Bunda bisa mengatakan, “Ayo kita perbaiki ini supaya tidak terjadi lagi, ya”. Dengan begitu, anak pun akan belajar memperbaiki kesalahannya tanpa merasa disalahkan secara pribadi.

2. “Oh, kamu jago dalam hal itu sama sepertiku”

Pasti rasanya bangga sekali ya Bunda, kalau melihat Si Kecil punya bakat yang ternyata mirip dengan kita. Namun, kita perlu sedikit ‘mengerem’ agar tidak terlalu sering membandingkan kemampuannya dengan kemampuan yang kita miliki.

Khawatirnya, anak justru merasa Bunda hanya menyayangi mereka jika memiliki hobi atau kepintaran yang sama. Padahal, setiap anak ingin dicintai apa adanya, bukan karena meniru dari orang tuanya.

Bahkan kalimat seperti, “Oh, kamu jago dalam hal itu sama sepertiku,” bisa memberi kesan bahwa kasih sayang Bunda itu bersyarat.

Lebih baik, Bunda merayakan setiap keterampilan dan minat anak apa adanya, tanpa membandingkannya dengan diri kita sendiri. Misalnya dengan mengatakan, “Hebat, kamu bisa menyelesaikan soal ini sendiri, keren banget!”.

Dengan cara ini, mereka pun akan merasa dihargai dan lebih percaya diri dengan kemampuannya sendiri, Bunda.

3. “Wah, nilai A-mu keren banget, Bunda bangga!”

Memuji anak itu penting, tetapi jangan hanya fokus pada hasil akhirnya saja, ya. Sebagai orang tua, kita juga perlu menghargai usaha yang mereka lakukan agar lebih termotivasi dan percaya diri.

Misalnya, saat anak mendapat nilai A, kita bisa memuji nilainya, tapi jangan lupa menyebutkan usahanya juga. Dengan begitu, anak akan merasa usahanya dihargai, bukan hanya dari hasil akhirnya.

Kalimat seperti, “Wah, nilai A-mu keren banget, Bunda bangga!” sebenarnya bagus, tapi jangan sampai hanya menekankan nilai akhirnya saja. Anak butuh tahu bahwa proses belajarnya juga dihargai.

Bunda bisa menambahkan kalimatnya seperti, “Bunda sangat bangga dengan semua usaha belajarmu,” supaya anak paham bahwa kerja kerasnya sama berharganya dengan hasil yang dicapai. Lewat cara ini, anak pun akan lebih termotivasi untuk terus belajar.

Itulah penjelasan seputar kalimat yang sebaiknya dihindari orang tua agar anak bisa tumbuh lebih percaya diri. Semoga bisa membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.