Sun,26 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh

Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh

museum-nasional-indonesia-luncurkan-pameran-digital-keuneubah-aceh,-ada-foto-pembantaian-kuto-reh
Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh
service

11 Februari 2026 09.11 WIB • 1 menit

Museum Nasional Indonesia Luncurkan Pameran Digital Keuneubah Aceh, Ada Foto Pembantaian Kuto Reh


Museum Nasional Indonesia tiada hentinya menyebarkan semangat ilmu pengetahuan kesejarahan di era digital seperti sekarang ini. Berkolaborasi dengan Southeast Asia Museum Services (SEAMS) dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat meluncurkan pameran digital mengenai koleksi peninggalan sejarah perang Aceh.

Acara peluncuran pameran yang digital yang diberi nama “Keuneubah Aceh” ini diadakan di auditorium @america, Pacific Place, Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Tiga tiga pemateri turut hadir untuk memberikan pemaparannya yaitu kurator Museum Nasional Indonesia Eko Septian Saputra, peneliti SEAMS Ayu Dipta Kirana, dan mantan direktur Museum Tsunami Aceh, Hafnidar.

“Pameran digital disebut dengan ‘Keuneubah Aceh’ atau yang memiliki arti ‘Warisan’, bisa berupa warisan sejarah, budaya, dan terutama warisan-warisan dari tanah Aceh,” ucap Ayu dalam presentasinya.

Foto-foto barang peninggalan, peta luas wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh, sampai titik lokasi konflik perang di Aceh era kolonial tersaji dalam pameran digital “Keunebah Aceh”. Salah satu yang menyita perhatian ialah foto pembantaian di Kuto Reh.

Peristiwa pembantaian di Kuto Reh sendiri terjadi pada 1904. Kala itu tentara Marsose yang diperintahkan pemerintahan kolonial Belanda membantai penduduk sebagai upaya menekan perlawanan rakyat Aceh.

“Ini adalah foto pembantaian di salah satu benteng yang terkenal, Benteng Kutari, berada di Alas yang menyoroti kekejaman yang terjadi pada saat itu. Dalam serangan ini pasukan KNIL menewaskan 313 laki-laki, 189 perempuan, dan 59 anak-anak setelah menghadapi perlawanan,” ungkap Hafnidar.

Selain bukti foto, terdapat pula pameran dalam bentuk dokumentasi testimoni dari keluarga pahlawan setempat. Pengunjung virtual juga bisa menyaksikan bagaimana peneliti mempreservasi barang-barang peninggalan yang siap dipamerkan ke publik.

Lalu, bagaimana cara untuk mengunjungi pameran digital tersebut? Mudah, tinggal kunjungi saja Google Arts & Culture di dalam link berikut ini: “Keuneubah Aceh”.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.