Fri,22 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Konsep Keluarga dalam Islam

Konsep Keluarga dalam Islam

konsep-keluarga-dalam-islam
Konsep Keluarga dalam Islam
service

Mubadalah.id – Konsep keluarga dalam Islam tidak hanya berorientasi pada keharmonisan, tetapi juga pada kontribusi sosial yang dihasilkan anggotanya. Sebab, keluarga dipandang ideal apabila mampu melahirkan anggota yang memiliki kapasitas memengaruhi lingkungan sosial secara positif.

Dalam konteks ini, keluarga diharapkan menghasilkan pribadi yang mampu mengajak masyarakat menuju nilai ketakwaan.

Istilah imaman lil muttaqin atau pemimpin bagi orang-orang bertakwa digunakan untuk menggambarkan tujuan sosial tersebut.

Kepemimpinan dalam pengertian ini tidak terbatas pada jabatan formal seperti pemimpin organisasi, pejabat publik, atau tokoh institusi keagamaan. Kepemimpinan juga mencakup individu yang memberi teladan dalam perilaku baik dan banyak orang lain mengikutinya.

Prinsip tersebut menempatkan keluarga sebagai unit awal pembentukan pengaruh sosial. Lingkungan keluarga menjadi ruang pertama tempat individu mempelajari nilai, norma, dan pola interaksi yang kelak ia bawa ke masyarakat. Karena itu, kualitas relasi dalam keluarga memiliki implikasi luas terhadap kualitas kehidupan sosial.

Sejumlah figur keluarga dalam sejarah Islam sering menjadi rujukan dalam konteks ini. Salah satunya keluarga Nabi Ibrahim yang terkenal sebagai teladan dalam keteguhan iman dan keteladanan moral.

Demikian pula keluarga Nabi Muhammad bersama Khadijah yang memiliki kerja sama kuat dalam perjuangan dakwah. Kolaborasi keduanya berperan penting dalam penyebaran ajaran Islam pada masa awal.

Figur lain yang kerap kita jadikan contoh adalah Fatimah, putri Nabi Muhammad, yang terkenal sebagai teladan kesalehan pribadi, keteguhan peran keluarga, serta kesederhanaan hidup. Keteladanan tersebut memperlihatkan bahwa pengaruh sosial dapat lahir dari integritas pribadi yang terbentuk dalam lingkungan keluarga.

Dengan demikian, keluarga berfungsi sebagai institusi pembentuk karakter yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas di masyarakat. Struktur relasi yang sehat dalam keluarga menjadi dasar bagi lahirnya anggota yang mampu memberi kontribusi positif di ruang publik. []

Sumber tulisan: Tiga Relasi dalam Perkawinan

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.