Jakarta, Arina.id—Layanan video Youtube mengalami gangguan teknis secara massal pada Rabu (18/2/2026) pagi. Pengguna dari berbagai negara, termasuk Indonesia, melaporkan kendala akses yang mengakibatkan halaman utama (Home) dan fitur Shorts tidak dapat dimuat, baik pada aplikasi mobile, versi web, maupun Youtube TV.
Berdasarkan data DownDetector, lonjakan laporan mulai terjadi signifikan sejak pukul 07.45 waktu Amerika Serikat, dengan jumlah aduan mencapai lebih dari 321.000 laporan. Di Indonesia, gangguan mulai dirasakan pengguna sekitar pukul 07.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 08.00 WIB.
“Seems like YouTube is down everywhere,” demikian keluhan pengguna di X.
Arina juga mencoba membuka beranda pada pukul 08.00 WIB hanya mendapati layar putih dengan pesan notifikasi “something went wrong“.
Di aplikasi seluler, notifikasi Video Unavailable serta error playback juga bermunculan. Layanan Youtube TV dilaporkan mengalami gangguan total, sementara Youtube Music masih dapat digunakan untuk memutar lagu.
Analisis DownDetector menunjukkan sekitar 56 persen pengguna kesulitan membuka situs utama, 18 persen melaporkan aplikasi mendadak keluar sendiri (crash), dan 15 persen mengalami gangguan login.
Seusai layanan tumbang, kata kunci “Youtube Down” langsung memuncaki tren di platform X, tempat warganet ramai membagikan pengalaman dan keluhan mereka.
Insiden Youtube down pada Rabu (18/2/2026) pagi, kembali mengingatkan publik bahwa, platform digital terbesar pun tidak sepenuhnya kebal dari gangguan teknis.
Sebelum insiden 2026, Youtube sempat mengalami pemadaman global pada 15-16 Oktober 2025, menyesuaikan zona waktu masing-masing negara. Laporan gangguan meluas dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, hingga Indonesia.
Gangguan ini berdampak luas karena turut melibatkan layanan lain seperti Youtube Music dan Youtube TV. Peristiwa tersebut memperlihatkan betapa satu kendala teknis dapat memengaruhi jutaan pengguna secara serentak.




Comments are closed.