Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Anggaran KIP Kuliah 2026 Meningkat, Capai Rp15,32 Triliun

Anggaran KIP Kuliah 2026 Meningkat, Capai Rp15,32 Triliun

anggaran-kip-kuliah-2026-meningkat,-capai-rp15,32-triliun
Anggaran KIP Kuliah 2026 Meningkat, Capai Rp15,32 Triliun
service

24 Februari 2026 15.42 WIB • 2 menit

Anggaran KIP Kuliah 2026 Meningkat, Capai Rp15,32 Triliun


Berdasarkan data Kemdiktisaintek, anggaran KIP Kuliah pada 2026 dialokasikan sebesar Rp15,32 triliun dengan target penerima mencapai 1.047.221 mahasiswa.

Alokasi tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan ini tidak hanya terlihat pada jumlah mahasiswa baru penerima KIP Kuliah, tetapi juga pada total penerima secara keseluruhan, termasuk mahasiswa yang masih menjalani studi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui program KIP Kuliah. Program ini dipandang sebagai “jembatan harapan” bagi siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan hingga lulus perguruan tinggi.

Kemdiktisaintek juga memastikan tidak akan ada penurunan alokasi, baik dari sisi anggaran maupun jumlah penerima KIP Kuliah.

Perkembangan Anggaran dan Penerima KIP Kuliah 2020-2026

Tahun Jumlah Anggaran Jumlah Penerima
2020 Rp6,5 Triliun 552.706
2021 Rp9,03 Triliun 674.180
2022 Rp9,99 Triliun 780.014
2023 Rp11,89 Triliun 916.827
2024 Rp13,65 Triliun 1.022.084
2025 Rp14,95 Triliun 1.044.921
2026 Rp15,32 Triliun 1.047.222

Perubahaan Skema Distribusi KIP Kuliah

Penyaluran kuota KIP Kuliah pada periode 2020–2024 ditentukan berdasarkan kapasitas daya tampung setiap program studi yang mengacu pada status akreditasi program studi di masing-masing perguruan tinggi.

Pada 2025, alokasi KIP Kuliah untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berubah dengan ditentukan berdasarkan jumlah siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) SMA/sederajat atau yang tercatat dalam DTKS atau PPKE maksimal Desil 3, yang dinyatakan lulus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di masing-masing PTN dan telah terdaftar di sistem KIP Kuliah sebelum mengikuti SNBP dan SNBT.

Sementara itu, untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) distribusi kuota dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti). Penetapan kuota didasarkan pada kapasitas daya tampung serta status akreditasi program studi di masing-masing PTS sesuai wilayah kerja LLDikti.

Besaran Nominal Biaya Hidup Mahasiswa KIP Kuliah

Penentuan nominal bantuan biaya hidup bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah mengacu pada indeks harga lokal di setiap wilayah perguruan tinggi. Besaran bantuan tersebut disesuaikan dengan lokasi provinsi serta kabupaten/kota tempat perguruan tinggi berada.

Ketentuan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 1036/J5/KM.01.00/2021 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Nomor 0526/J5.01.00/2021 mengenai Besaran Bantuan Biaya Hidup Program KIP Kuliah bagi penerima baru mulai Tahun Akademik 2021/2022.

Syarat Pendaftaran KIP Kuliah 2026

Dilansir dari laman resmi Kemdiktisaintek, berikut syarat pendaftaran Program KIP Kuliah 2026:

  1. Siswa SMA/sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus maksimal dua tahun sebelumnya.
  2. Memiliki potensi akademik baik, tetapi mengalami keterbatasan ekonomi yang dibuktikan dengan dokumen sah.
  3. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru dan diterima di PTN atau PTS pada program studi dengan akreditasi A/Unggul atau B/Baik Sekali, serta dimungkinkan pada program studi dengan akreditasi C/Baik berdasarkan pertimbangan tertentu.

Keterbatasan ekonomi calon penerima KIP Kuliah dibuktikan dengan :

  1. Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP);
  2. Terdata dalam Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) maksimal desil 4;
  3. Berasal dari panti sosial atau panti asuhan.

Apabila calon penerima tidak memenuhi salah satu dari tiga kriteria tersebut, tetap dapat mendaftar KIP Kuliah dengan syarat memiliki pendapatan kotor gabungan orang tua/wali per bulan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai domisili asal mahasiswa. Pada kategori ini, calon penerima wajib mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Apakah Mahasiswa Aktif Bisa Mendaftar?

Berdasarkan informasi dari laman Kemdiktisaintek, saat ini KIP Kuliah dikhususkan bagi calon mahasiswa atau lulusan SMA/sederajat pada tahun berjalan maupun maksimal dua tahun sebelumnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Andy Apriyono lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Andy Apriyono.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.