Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

indonesia-di-titik-kritis-demografi-menuju-indonesia-emas-2045
Indonesia di Titik Kritis Demografi Menuju Indonesia Emas 2045
service

Mubadalah.id – Indonesia saat ini berada pada posisi penting dalam dinamika demografi global. Di tengah berbagai negara yang menghadapi dua ekstrem persoalan kependudukan—penurunan populasi yang drastis atau ledakan penduduk yang tidak terkendali—Indonesia berada pada titik yang relatif stabil. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Pembangunan menuju 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tumbuh secara seimbang.

Karena itu, dinamika angka kelahiran menjadi perhatian penting dalam perencanaan pembangunan nasional. Salah satu indikator utama dalam melihat dinamika tersebut adalah Total Fertility Rate (TFR) atau angka rata-rata kelahiran per perempuan.

Berdasarkan data demografi terbaru, Indonesia saat ini berada pada posisi yang relatif aman. TFR Indonesia berada pada kisaran 2,18, yang masih berada di sekitar ambang batas keseimbangan populasi. Kondisi ini menempatkan Indonesia pada apa yang sering disebut sebagai “sweet spot demografis”.

Posisi tersebut berarti Indonesia belum menghadapi ancaman penurunan populasi secara drastis seperti yang terjadi di sejumlah negara Asia Timur.

Di sisi lain, Indonesia juga tidak mengalami lonjakan pertumbuhan penduduk yang sulit dikendalikan seperti yang dialami beberapa negara berkembang lainnya.

Namun demikian, para pengamat kependudukan mengingatkan bahwa situasi ini tetap memerlukan kewaspadaan.

Wabah Demografi

Dunia saat ini tengah menghadapi fenomena yang sering kita sebut sebagai “wabah demografi”, yakni tren penurunan angka kelahiran di berbagai negara. Jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat, tren ini juga berpotensi memengaruhi Indonesia pada masa mendatang.

Dalam konteks tersebut, Indonesia perlu merancang kebijakan demografi secara hati-hati. Salah satu pendekatan yang ia pertimbangkan adalah menjaga angka TFR pada kisaran moderat, yakni antara 1,7 hingga 2,5.

Kisaran tersebut mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kemampuan negara dalam menyediakan layanan sosial, pendidikan, serta lapangan kerja.

Dengan kondisi demografi yang relatif stabil saat ini, Indonesia memiliki peluang untuk menyusun kebijakan kependudukan secara lebih bijaksana. Kebijakan tersebut dapat mendukung pembangunan SDM sekaligus menjaga keseimbangan struktur penduduk dalam jangka panjang. []

*)Sumber Tulisan: Mengawal Keluarga Berencana Saat Angka Kelahiran Turun

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.