Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Lalampa, Kue Tradisional Khas Manado Sulawesi Utara yang Diminati untuk Berbuka Puasa

Lalampa, Kue Tradisional Khas Manado Sulawesi Utara yang Diminati untuk Berbuka Puasa

lalampa,-kue-tradisional-khas-manado-sulawesi-utara-yang-diminati-untuk-berbuka-puasa
Lalampa, Kue Tradisional Khas Manado Sulawesi Utara yang Diminati untuk Berbuka Puasa
service

5 Maret 2026 10.00 WIB • 2 menit

Lalampa, Kue Tradisional Khas Manado Sulawesi Utara yang Diminati untuk Berbuka Puasa


Jajanan atau kue tradisional menjadi salah satu menu favorit yang banyak diburu untuk berbuka puasa saat momen Ramadan seperti saat sekarang ini. Salah satu kue tradisional yang patut untuk dicicipi, khususnya bagi Kawan yang tinggal atau tengah berkunjung ke daerah Manado, Sulawesi Utara adalah lalampa.

Tidak hanya sebagai cemilan saja, lalampa juga bisa menjadi salah satu pilihan menu yang cukup mengenyangkan. Sebab kue khas tradisional Manado ini menggunakan beras ketan putih sebagai bahan dasar pembuatannya.

Hal ini tentu cukup membantu untuk mengganjal terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan besar saat berbuka puasa. Apalagi tambahan beberapa bahan lain juga memperkaya cita rasa yang dapat Kawan rasakan ketika mengonsumsi lalampa khas Manado tersebut.

Lantas bagaimana pembahasan lebih lanjut seputar kue tradisional khas Manado, Sulawesi Utara tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Lalampa, Kue Tradisional Khas Manado

Lalampa adalah salah satu kue tradisional khas yang berasal dari daerah Manado, Sulawesi Utara. Pada dasarnya, kudapan ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan beberapa bahan lainnya, seperti santan, garam, dan suwiran ikan.

Sekilas lalampa memiliki bentuk yang mirip dengan lemper. Namun sebenarnya ada sedikit perbedaan antara kedua kue tradisional tersebut.

Perbedaan utama antara kedua kue tradisional ini terletak pada isiannya. Lemper biasanya menggunakan suwiran ayam sebagai isiannya.

Lain halnya dengan lalampa yang biasanya menggunakan suwiran ikan, seperti ikan tongkol atau cakalang sebagai isiannya. Suwiran ikan ini biasanya akan dibumbui terlebih dahulu untuk menambah cita rasanya.

Perbedaan lain antara lalampa dan lemper terletak pada cara membuatnya. Umumnya lemper biasanya dimasak dengan cara direbus.

Semetara itu, lalampa dimasak dengan cara dibakar. Cara pembuatan yang dibakar ini juga menambah cita rasa khas dari kue tradisional Manado tersebut.

Salah Satu Menu Favorit untuk Berbuka Puasa

Pada momen Ramadan seperti saat ini, lalampa menjadi salah satu jajanan yang banyak dikonsumsi sebagai menu berbuka puasa. Tidak hanya di Manado, kudapan ini juga banyak dijumpai di daerah lain di sekitarnya.

Dikutip dari laman Antara, lalampa menjadi salah satu menu yang banyak digemari oleh masyarakat Maluku Utara untuk berbuka puasa. Bahkan kudapan tradisional ini menjadi salah satu menu yang cepat habis pada saat momen tersebut.

“Apalagi kalau bulan puasa, lalampa banyak diminati dan cepat abis,” tutur Fatma, salah satu penjual lalampa di Pasar Gamalama, Ternate, Maluku Utara seperti yang dinukil dari laman Antara.

Cara Membuat Lalampa

Bagi Kawan yang penasaran dengan cita rasa lalampa, maka bisa untuk mencoba membuatnya di rumah masing-masing. Disitat dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, berikut bahan yang dibutuhkan serta cara membuat lalampa khas Manado.

Bahan

  • Santan (350 ml)
  • Beras ketan putih (1 liter)
  • Garam (1 sdt)
  • Daun salam (2 lembar)
  • Daun pisang (untuk bungkus secukupnya)

Bahan Isian

  • Daging ikan tongkol (300 gr)
  • Bawang merah (7 butir)
  • Santan (50 ml)
  • Bawang putih (2 siung)
  • Cabe merah (3 buah)
  • Serai (2 batang)
  • Minyak goreng (3 ml)
  • Daun jeruk (2 lembar)

Cara Membuat

  • Didihkan air di dalam dandang. Setelah itu kukus beras ketan hingga setengah matang.
  • Masak santan dan garam hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan beras ketan yang sudah dikukus ke dalamnya.
  • Aduk beras ketan hingga santan menyerap. Setelah itu angkat dan sisihkan.
  • Untuk isian, haluskan bawang putih, bawang merah, garam, dan cabe merah. Kemudian tumis bersama serai dan daun jeruk yang sudah diiris tipis.
  • Setelah mulai harum, masukkan suwiran ikan dan santan. Aduk isian hingga matang.
  • Selanjutnya, ambil selembar daun pisang dan letakkan beberapa beras ketan di atasnya. Isi adonan sesuai selera dan bungkus kembali daun pisang.
  • Kukus selama lebih kurang 20 menit. Terakhir, bakar lalampa di atas bara hingga pembungkus terlihat agak terbakar.
  • Lalampa sudah bisa disajikan dan dinikmati bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.