Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis

Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis

jembatan-ekonomi-ke-asia-tengah,-indonesia-bidik-uzbekistan-sebagai-mitra-strategis
Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis
service

4 Maret 2026 19.00 WIB • 2 menit

Jembatan Ekonomi ke Asia Tengah, Indonesia Bidik Uzbekistan sebagai Mitra Strategis


Pemerintah Indonesia secara resmi memulai langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar ke kawasan Asia Tengah melalui peluncuran perundingan Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (FTA).

Peluncuran ini dilakukan secara daring oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov pada Senin, 2 Maret 2026. Penandatanganan pernyataan bersama (joint statement) ini menjadi fase baru dalam hubungan ekonomi kedua negara.

Mendag Budi Santoso menyatakan optimisme bahwa perjanjian ini akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus utama dari perundingan ini adalah memberikan manfaat nyata, mulai dari perluasan akses pasar bagi produk unggulan sehingga penguatan rantai nilai bagi pelaku usaha nasional, termasuk UMKM.

“Peluncuran perundingan Indonesia-Uzbekistan FTA hari ini menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara. Kami optimistis persetujuan ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Mendag Budi Santoso.

Uzbekistan sebagai Pintu Masuk Strategis Regional

Pemilihan Uzbekistan sebagai mitra FTA didasari oleh posisi geografisnya yang strategis di jantung Asia Tengah.

Uzbekistan dipandang sebagai pintu masuk potensial bagi produk-produk Indonesia untuk menjangkau pasar yang lebih luas di kawasan tersebut. Tren perdagangan kedua negara juga menunjukkan grafik positif, di mana pada tahun 2025 total perdagangan tercatat mencapai USD 181,4 juta, atau tumbuh 48,9 persen dalam periode lima tahun terakhir (2021–2025).

Pertumbuhan nilai perdagangan yang konsisten mencerminkan peningkatan kepercayaan antara pelaku usaha kedua negara. Dengan adanya kerangka kerja yang lebih terstruktur melalui FTA, potensi ekonomi yang selama ini belum tergarap maksimal diharapkan dapat segera terealisasi.

“Kemitraan bilateral menunjukkan perkembangan yang stabil dan positif. Nilai perdagangan dan investasi kita masih memiliki ruang yang sangat besar untuk ditingkatkan,” ungkap Menteri Kudratov.

Pembentukan Kelompok Kerja Bersama

Selain meluncurkan perundingan FTA, kedua menteri juga menandatangani Persetujuan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi yang melahirkan Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group).

Tim ini bertugas mengintensifkan pertukaran informasi teknis, mengidentifikasi proyek kerja sama yang saling menguntungkan, sehingga menyelenggarakan program pelatihan dan seminar bagi para pelaku industri.

Mekanisme ini dirancang agar implementasi kerja sama di lapangan berjalan lebih terarah dan sistematis. Pertemuan rutin Kelompok Kerja Bersama akan memantau setiap progres yang dicapai, memastikan bahwa setiap poin kesepakatan memberikan dampak konkret bagi dunia usaha.

“Dengan Kelompok Kerja Bersama, Indonesia dan Uzbekistan memiliki mekanisme yang lebih terarah untuk mendorong realisasi kerja sama konkret, termasuk membuka peluang investasi dan memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha,” jelas Mendag Budi Santoso.

Target Penyelesaian dan Proyeksi Masa Depan

Tim Perunding Indonesia berkomitmen untuk bekerja secara konstruktif guna menyelesaikan perundingan tepat waktu dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasional.

Sebagai bagian dari penguatan diplomasi ekonomi, Mendag Budi Santoso juga dijadwalkan mengunjungi Uzbekistan pada Juni 2026 mendatang untuk menghadiri Pertemuan Intergovernmental Commission (IGC) di Tashkent.

Melalui Indonesia-Uzbekistan FTA, struktur manufaktur dan perdagangan nasional diharapkan semakin kokoh dengan akses pasar internasional yang lebih terdiversifikasi di wilayah Asia Tengah.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.