KABARBURSA.COM – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat performa keuangan yang cenderung stabil sepanjang tahun buku 2025. Meski demikian, laba bersih perseroan mengalami koreksi jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dipublikasika, pendapatan PGAS tercatat mencapai USD3,98 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh sekitar 4,9 persen dibandingkan realisasi pendapatan 2024 yang berada di level USD3,79 miliar. Peningkatan ini merefleksikan aktivitas bisnis transmisi serta niaga gas yang tetap berjalan dinamis sepanjang tahun.
Namun, di balik pertumbuhan pendapatan tersebut, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan. Nilainya tercatat sebesar USD3,28 miliar pada 2025, meningkat dari USD3,03 miliar pada tahun sebelumnya. Konsekuensinya, laba bruto perusahaan menyusut sekitar 7,8 persen menjadi USD698,32 juta, lebih rendah dibandingkan USD757,38 juta pada 2024.
Di sisi lain, perusahaan mampu melakukan efisiensi pada beberapa pos pengeluaran operasional. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar USD167,88 juta sepanjang 2025, turun sekitar 16,6 persen dari USD201,21 juta pada tahun sebelumnya. Pos beban lain-lain juga mengalami penurunan cukup tajam, dari USD73,80 juta menjadi USD38,60 juta.
Dengan dinamika tersebut, laba operasi PGAS masih berada pada tingkat yang relatif stabil. Pada 2025, laba operasi tercatat sebesar USD519,63 juta, hanya terkoreksi tipis sekitar 0,6 persen dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai USD522,66 juta.
Selain itu, perseroan juga memperoleh tambahan kontribusi dari ventura bersama sebesar USD76,40 juta. Sementara pendapatan keuangan tercatat mencapai USD63,88 juta. Meski demikian, terdapat penurunan nilai properti minyak dan gas senilai USD99,53 juta yang ikut memberikan tekanan terhadap kinerja laba.
Dampaknya terlihat pada laba sebelum pajak penghasilan yang tercatat sebesar USD488,21 juta. Angka ini menurun sekitar 15,6 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai USD578,29 juta.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan, laba bersih perusahaan pada 2025 tercatat sebesar USD346,60 juta. Nilai tersebut turun sekitar 21,2 persen dibandingkan laba bersih 2024 yang mencapai USD439,64 juta.
Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD215,36 juta. Angka ini mengalami penurunan cukup tajam dari posisi USD339,42 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut turut tercermin pada laba per saham dasar maupun dilusian yang turun menjadi USD0,0089 per saham, dari sebelumnya USD0,0140 per saham.
Dari sisi posisi keuangan, total aset konsolidasian perseroan per 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD6,23 miliar. Nilai ini turun sekitar 2,9 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai USD6,42 miliar.
Sementara itu, total liabilitas perusahaan tercatat sebesar USD2,62 miliar, berkurang sekitar 4,4 persen dari USD2,74 miliar pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, total ekuitas berada di level USD3,61 miliar, sedikit lebih rendah sekitar 1,7 persen dibandingkan posisi USD3,67 miliar pada penghujung 2024.(*)





Comments are closed.