Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Kemilau Mutiara Himpit Wilayah Tangkap Nelayan Lombok

Ketika Kemilau Mutiara Himpit Wilayah Tangkap Nelayan Lombok

ketika-kemilau-mutiara-himpit-wilayah-tangkap-nelayan-lombok
Ketika Kemilau Mutiara Himpit Wilayah Tangkap Nelayan Lombok
service

Lampu kristal memantul di kaca etalase dalam gedung pameran Fiera di Vicenza, Kota Vicenza Italia, Jumat (16/1/26). Para kolektor, desainer, dan pembeli perhiasan dari berbagai negara berkumpul dalam gelaran Vicenzaoro Boutique Show itu. Di antara deretan perhiasan mewah itu, butiran mutiara laut selatan dari Lombok turut dipamerkan. Bertekstur bulat sempurna dengan kilau yang lembut, perhiasan yang diunggah di akun media sosial Autore, produsen mutiara kenamaan asal Australia terkesan begitu mewah. Siapa sangka, di balik kilau mewah itu, para nelayan  sekitar 12.000 kilometer dari ruang pamerah itu justru terancam ruang hidupnya. Zaenuddin, nelayan di Teluk Jakung, Lombok Timur, tak pernah menyangka, laut yang dulu jadi tempatnya menebar jaring cumi dan ikan pelagis kecil kini nyaris penuh oleh pelampung budidaya mutiara PT Autore Pearl Culture (APC). Pelampung-pelampung warna biru itu mengapung memanjang, saling terhubung oleh tali yang membentang di permukaan laut. Dari kejauhan, bentangan itu terlihat seperti pagar yang membelah teluk. “Dulu, laut di depan kampung ini luas sekali. Sekali melaut bisa dapat banyak. Sekarang sudah berbeda,” kata lelaki 54 tahun  ini  menunjuk ke arah pelampung. Dia dan para nelayan dulu cukup melaut beberapa mil dari pantai. Itu saja perahu berkapasitas 15 PK yang biasa mereka bawa sudah penuh oleh cumi.  Kini, situasi itu nyaris tak pernah terjadi. Zaenuddin bilang, awalnya, hanya beberapa pelampung budidaya di tengah teluk. Lama-kelamaan  bertambah, membentuk jalur panjang yang membentang dari satu sisi teluk ke sisi lain. Bentangan tali longline untuk menggantung kerang mutiara itu kini memenuhi sebagian besar wilayah perairan yang dulu menjadi jalur dan wilayah tangkap…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.