Tue,5 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Paus Paruh Longman, Jenis Langka yang Terpantau di Laut Sulawesi

Paus Paruh Longman, Jenis Langka yang Terpantau di Laut Sulawesi

paus-paruh-longman,-jenis-langka-yang-terpantau-di-laut-sulawesi
Paus Paruh Longman, Jenis Langka yang Terpantau di Laut Sulawesi
service

Nama paus paruh Longman (Indopacetus pacificus) menjadi satu dari 14 megafauna laut yang berhasil dideteksi tim peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) saat melakukan ekspedisi di laut Sulawesi bersama kapal OceanX, akhir Januari 2026. Mamalia laut tersebut termasuk langka dan belum banyak dieksplorasi secara fisik maupun ilmiah. Kemunculannya masih sangat sedikit di seluruh dunia. Dibandingkan dengan keluarga paus berparuh lain, paus yang juga dikenal dengan nama paus hidung botol tropis atau paus paruh indo pasifik itu dikenal langka dan paling sedikit diketahui. Terlebih, karena mereka terbiasa hidup di perairan hangat, dalam, dan pelagis di wilayah tropis dan subtropis di Samudera Hindia dan Pasifik. Saking langka dan sedikit publikasi, spesies tersebut diketahui baru bisa dideskripsikan melalui dua tengkoraknya yang ditemukan di pantai. Pada 1882 di Australia oleh HA Longman yang namanya kemudian disematkan pada 1926, dan 1955 di Afrika. Sekar Mira, Peneliti Mamalia Laut BRIN, menuturkan fisik paus paruh Longman memang lebih besar dari paus berparuh lain yang ada sekarang. “Jadi, ia bermoncong dan ada melon, yaitu jaringan lemak di kepala. Itu adalah lumba-lumba. Lalu, sirip dorsalnya lebih ke belakang, sementara lumba-lumba ada di tengah tubuh,” jelasnya kepada Mongabay, Rabu (11/3/2026). Paus paruh Longman sudah mendapatkan perlindungan penuh dari Pemerintah Indonesia sejak 2025 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi. Sayangnya, perlindungan tersebut belum lengkap, karena tidak ada bukti kehadirannya. “Secara hukum sudah masuk perlindungan, namun evidence belum. Jadi tugas kami adalah memberikan dukungan bukti yang dibutuhkan itu,” jelasnya. Jenis ini sempat terdampar…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.