Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Prof Quraish Shihab Jabarkan Esensi Pakaian dalam Fisik dan Takwa

Prof Quraish Shihab Jabarkan Esensi Pakaian dalam Fisik dan Takwa

prof-quraish-shihab-jabarkan-esensi-pakaian-dalam-fisik-dan-takwa
Prof Quraish Shihab Jabarkan Esensi Pakaian dalam Fisik dan Takwa
service

Jakarta, NU Online

Di tengah-tengah arus modernisasi yang kerap mereduksi pakaian hanya sebatas tren mode atau sekadar simbol identitas kelompok. Pakar Tafsir, Prof M. Quraish Shihab menjabarkan esensi pakaian jauh lebih mendalam daripada sekadar urusan estetika lahiriah. Pakaian merupakan perpaduan antara perlindungan fisik dan manifestasi ketakwaan.

Prof Quraish juga menjelaskan bahwa terdapat empat fungsi utama pakaian lahiriah atau fisik yaitu sebagai penutup aurat atau bagian tubuh yang tidak wajar dilihat; sebagai perlindungan dari suhu ekstrem; sebagai identitas pembeda; dan sebagai perhiasan.

“Aurat laki-laki berbeda dengan aurat perempuan. Budaya berpakaian kita juga modelnya bisa beda-beda misalnya di Arab berbeda dengan di Maroko. Islam menghargai budaya-budaya positif sehingga memelihara budaya itu perlu, termasuk budaya berpakaian,” ujarnya dalam Pengajian Ramadhan Tafsir Al-Mishbah: Hidup Bersama Al-Qur’an bertajuk Pakaian Lahir dan Pakaian Batin yang tayang di kanal Youtube Quraish Shihab pada Jumat (13/3/2026).

Ia menekankan fleksibilitas Islam terhadap tradisi lokal. Menurutnya, perdebatan panjang mengenai batas aurat tidak seharusnya berakhir pada aksi saling menghujat.

Prof Quraish menyampaikan bahwa banyak ulama memiliki argumen yang berbeda-beda, dan keragaman tersebut seharusnya dipandang sebagai khazanah intelektual, bukan alasan untuk memecah belah.

“Kita tidak usah mempertentangkan, kita cukup menganut apa yang kita anggap benar dan mentoleransi yang pendapatnya beda,” katanya.

Ia menjelaskan mengenai konsep pakaian takwa atau pakaian batin. Fenomena masyarakat yang sering kali terlalu sibuk memoles penampilan luar namun mengabaikan kualitas batiniah.

Prof Quraish mengibaratkan takwa sebagai kain yang harus ditenun dengan benang-benang kebajikan.

“Pakaian takwa itu punya bahan. Itulah yang dipintal sehingga menjadi pakaian. Bahannya itu iman, sabar, dan syukur,” tuturnya.

Ia menyampaikan bahwa seseorang yang mengenakan pakaian takwa akan terlihat dari perilakunya.

“Seorang yang pakaian takwa itu dilukiskan sangat indah. Tidak membawa fitnah, tidak menuntut yang bukan haknya, kalau dimaki dia tersenyum. Kalau beruntung dia bersyukur, kalau salah dia istighfar, itu pakaian takwa dalam konteks puasa,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.