Tue,19 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Pengacara Soroti Kejanggalan Olah TKP oleh Polisi

Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Pengacara Soroti Kejanggalan Olah TKP oleh Polisi

kasus-penyiraman-air-keras-ke-andrie-yunus,-pengacara-soroti-kejanggalan-olah-tkp-oleh-polisi
Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Pengacara Soroti Kejanggalan Olah TKP oleh Polisi
service

Jakarta, NU Online

Pengacara Alghifari Aqsa dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, bukan pelaku amatir.

Menurutnya, pola serangan dan tingkat pengorganisasian dalam peristiwa tersebut mengindikasikan kemungkinan keterlibatan pihak yang berpengalaman.

“Kami menduga pelakunya sulit dibayangkan dilakukan oleh sipil dengan level pengorganisasian seperti ini. Karena itu, kami menduga ada aktor intelektual di baliknya,” ujarnya dalam konferensi pers di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Senin (17/3/2026).

Selain itu, Alghifari mengungkapkan adanya sejumlah kejanggalan dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Ia menyebut, terdapat barang bukti penting yang diduga tidak dikumpulkan oleh aparat. Karena itu, tim advokasi melakukan penelusuran secara mandiri di sekitar lokasi kejadian.

“Kami menemukan botol yang diduga berisi cairan dengan bau sangat menyengat, identik dengan cairan yang mengenai pakaian korban,” katanya.

Ia menambahkan, botol tersebut ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian dan diduga kuat berkaitan dengan peristiwa penyiraman.

Temuan tersebut, lanjutnya, menunjukkan adanya kekurangan dalam proses pengumpulan barang bukti oleh kepolisian. “Ini menjadi dasar bagi kami untuk melakukan investigasi secara mandiri,” jelasnya.

Alghifari juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyerahkan rekaman kamera pengawas (CCTV) kepada kepolisian, sembari melakukan analisis internal terhadap rekaman tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia menyinggung kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Ia berharap penanganan kasus yang menimpa Andrie Yunus tidak berakhir serupa, yang dinilai belum sepenuhnya mengungkap aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.

“Dalam persidangan disebutkan motifnya karena sakit hati. Namun menurut kami, hal itu sulit diterima,” ujarnya.

Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku di lapangan dalam waktu cepat. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama dan pelaku lapangan bisa ditemukan dalam waktu kurang dari tujuh hari sejak kejadian,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.