Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ular Lanang Sapi: Mengapa Predator Ini Memakai Nama Hewan Ternak?

Ular Lanang Sapi: Mengapa Predator Ini Memakai Nama Hewan Ternak?

ular-lanang-sapi:-mengapa-predator-ini-memakai-nama-hewan-ternak?
Ular Lanang Sapi: Mengapa Predator Ini Memakai Nama Hewan Ternak?
service

Kehadiran ular di tengah persawahan sering kali memicu reaksi spontan berupa kepanikan atau upaya perburuan. Padahal, bagi para petani yang memahami pola kerja alam, gerakan melata di antara batang padi tersebut kadang justru menjadi kabar baik bagi keselamatan tanaman mereka. Salah satu sosok yang paling berjasa namun sering disalahpahami adalah ular lanang sapi atau Coelognathus radiatus. Petani yang jeli tidak akan menganggap kehadiran ular ini sebagai musibah, melainkan sebagai berkah yang menjaga harapan panen mereka tetap hidup. Di tengah ekosistem pertanian yang kian tidak seimbang akibat pestisida dan perburuan predator, ular ini sering kali menjadi benteng terakhir yang melindungi tanaman padi dari kehancuran. Kehadirannya di pematang sawah adalah indikator paling nyata bahwa rantai makanan di area tersebut masih bekerja dengan baik. Kondisi ini sempat memicu gerakan konservasi besar di Indramayu pada Agustus 2025. Ribuan ekor ular lanang sapi dilepaskan kembali ke area persawahan dalam sebuah program pengendalian hama alami. Langkah ini menjadi titik balik bagi para petani yang selama ini frustrasi menghadapi ledakan populasi tikus. Meski begitu, aksi pelepasan ribuan predator ini sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Sebagian warga merasa khawatir akan keamanan mereka saat beraktivitas di sawah, sementara yang lain menekankan bahwa ini adalah cara paling aman dibanding menggunakan setrum listrik yang kerap memakan korban jiwa manusia. Alasan di Balik Julukan Nama Hewan Ternak Munculnya program tersebut sekaligus membuka ruang diskusi mengenai identitas ular ini yang unik. Banyak orang mungkin bertanya-tanya mengapa reptil  ini membawa-bawa nama “sapi”. Julukan tersebut muncul bukan tanpa alasan, melainkan murni dari…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.