Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Mencari Jejak Jalur Garam di Besemah

Mencari Jejak Jalur Garam di Besemah

mencari-jejak-jalur-garam-di-besemah
Mencari Jejak Jalur Garam di Besemah
service

Ikan asin buat sebagian besar masyarakat perkotaan atau pesisir adalah simbol kesederhanaan. Tapi, bagi masyarakat di pegunungan Sumatera Selatan, seperti wilayah Besemah (Semende, Lahat, dan Pagaralam), ikan asin adalah kemewahan. Sebuah kehormatan bagi seorang tamu, saat makan, dihidangkan masakan menu ikan asin. Rasa asin tidak mudah didapatkan di Semende, baik dari hutan maupun sungai. Berbeda dengan rasa asam dan manis yang mudah diperoleh dari tanaman. Rasa asin hanya didapatkan dari garam. Di masa lalu, garam didatangkan atau diambil dari wilayah pesisir Bengkulu Selatan, yang membutuhkan waktu panjang dan biaya tinggi. “Garam di sini sangat istimewa atau mewah, termasuk bahan masakan yang rasanya asin, seperti ikan asin,” kata Mansir (53), warga Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (15/4/2026). Elianah (47), warga Desa Kota Agung, Kecamatan Semende Darat Tengah, menjelaskan hampir semua lauk dan sayur di Semende rasa asinnya cukup kuat. Rasa asin ini merupakan penghormatan. “Jangan heran, kalau masakan di Semende, khususnya lauk dan sayur, rasa asinnya lebih kuat dibandingkan rasa asam, manis, dan pedas.” Tapi, dalam perkembangan saat ini, seperti alasan kesehatan, rasa asin pada lauk dan sayur di Semende mulai berkurang. “Namun, rasa asinnya tetap menonjol dibandingkan masakan di Palembang,” katanya. Dijelaskan Mansir, hingga tahun 1970-an, garam yang dibutuhkan masyarakat Semende, diambil atau dibawa dari Bengkulu. Mereka yang membawa garam menggunakan kuda, melintasi perbukitan Gunung Patah dan Bukit Barisan Selatan. Jenis kuda yang dipakai yakni kuda sandel (Equus caballus), yang banyak dikembangkan di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jalur garam ini…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.