Indonesia harus bersiap menghadapi ancaman serius kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino tahun ini. Fenomena iklim terpicu menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ini akan memperparah intensitas musim kemarau. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kekeringan. Data satelit menunjukkan lonjakan angka kebakaran awal 2026. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat, luas karhutla periode Januari–Maret 2026 seluas 55.324,2 hektar. Tiga provinsi dengan luas kejadian kebakaran tertinggi berturut-turut Kalimantan Barat (25.420,73 hektar), Riau (8.555,37 hektar), dan Kep. Riau (4.167,78 hektar). Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencatat, angka ini naik drastis puluhan kali lipat dibandingkan periode sama pada 2025 yang hanya mencatatkan angka sekitar 1.000 hektar. Berdasarkan satelit Terra Aqua Peningkatan titik panas (hotspot) juga terpantau meningkat hampir tiga kali lipat, mencapai 700 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup mengatakan, kondisi tahun ini jauh lebih berat akibat ancaman fenomena “Godzilla El Nino.” Kondisi ini membuat, pemerintah mengambil langkah mitigasi ekstrem untuk menghindari bencana ekologis lebih besar. “Tahun ini kita benar-benar masuk posisi El Nino yang mengharuskan kita melakukan langkah-langkah siaga. Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,” katanya dalam Rakornas Pengendalian Karhutla, awal April lalu. Dia bilang, kesiapsiagaan tahun ini tidak bisa disamakan dengan tahun lalu yang masih terbantu fenomena La Nina. Tahun lalu, areal karhutla mencapai 359.619 hektar. “Kalau kesiapsiagaan 2025 ini satu kali, tahun 2026 mestinya ditingkatkan 20 kali lipat jika melihat intensitas yang akan kita hadapi bersama.” Dia pun mengimbau seluruh kepala daerah segera menetapkan status…This article was originally published on Mongabay
Waswas El Nino Godzilla, Waspada Karhutla dan Kekeringan Ekstrem
Waswas El Nino Godzilla, Waspada Karhutla dan Kekeringan Ekstrem





Comments are closed.