Wed,22 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Target Ekonomi Indonesia Dalam Bayang-bayang Kerusakan Ekologi dan Isu HAM

Target Ekonomi Indonesia Dalam Bayang-bayang Kerusakan Ekologi dan Isu HAM

target-ekonomi-indonesia-dalam-bayang-bayang-kerusakan-ekologi-dan-isu-ham
Target Ekonomi Indonesia Dalam Bayang-bayang Kerusakan Ekologi dan Isu HAM
service

Indonesia tengah berada dalam kehancuran ekologis yang akut. Berbagai daerah mengalami dampak dari kehancuran ini, salah satu bencana banjir dan longsor di Sumatera akhir tahun lalu, rob pesisir utara Jawa hingga polusi di kawasan industri. Sulit cari wilayah yang benar-benar aman dari ancaman kerusakan lingkungan. Krisis ini merupakan dampak langsung dari arah pembangunan nasional yang menjauh dari mandat konstitusi dan mengukuhkan dominasi model ekonomi ekstraktif. Begitu setidaknya benang merah dari  Tinjauan Lingkungan Hidup Walhi 2026 di Jakarta, belum lama ini. Wahyu Eka Setyawan, Pengkampanye Urban Berkeadilan Eksekutif Nasional Walhi, mengatakan, kondisi ini bukan lagi suatu anomali alam, melainkan lonceng kematian bagi keselamatan ruang hidup manusia. Dia menyebut,  Indonesia tengah memasuki babak baru yang mengerikan, yakni,  fase bencana permanen. “Bencana ini bukan lagi semacam hal yang jarang atau luar biasa. Ia telah menjadi bagian dari rutinitas kita sekarang. Kita sudah masuk fase permanen,” katanya. Dia menepis narasi yang seringkali menyalahkan hujan atau takdir Tuhan atas rentetan bencana yang menghantam nusantara. Baginya, harus mengedepankan logika sederhana. Hujan adalah siklus alami, namun bagaimana daratan meresponsnya adalah persoalan tata kelola. Pangkal masalahnya, berakar pada ambisi pertumbuhan ekonomi 8% yang Presiden Prabowo Subianto canangkan demi mengejar visi Indonesia Emas 2045. Ambisi angka ini kemudian diterjemahkan ke dalam dokumen perencanaan yang tebal rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) dan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN),  di dalamnya hanya mengenal satu rumus pembangunan masif. “Untuk menuju pembangunan yang masif, rumusnya harus ada kebijakan yang membuka investasi sebesar-besarnya. Kebijakan yang membuka persoalan tata ruang agar semua tempat bisa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.