Tue,11 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Lipu Boano: Menjaga Adat dan Memperjuangkan Ruang Hidup

Lipu Boano: Menjaga Adat dan Memperjuangkan Ruang Hidup

lipu-boano:-menjaga-adat-dan-memperjuangkan-ruang-hidup
Lipu Boano: Menjaga Adat dan Memperjuangkan Ruang Hidup
service

Di Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Masyarakat Hukum Adat (MHA) Lipu Boano masih mempertahankan adat yang diwariskan turun-temurun. Adat tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga menjadi pedoman dalam mengatur kehidupan sosial dan hubungan mereka dengan wilayah kelola. Danau, laut kecil, kawasan sagu, serta wilayah lainnya menjadi bagian penting dari ruang hidup masyarakat. Sumber daya alam dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun penggunaannya diatur melalui ketentuan adat. Salah satunya melalui sistem buka-tutup danau yang memberi kesempatan bagi sumber daya alam untuk pulih sebelum kembali dimanfaatkan masyarakat. Praktik tersebut menunjukkan bagaimana pengetahuan dan aturan adat masih menjadi bagian dari kehidupan MHA Lipu Boano. Namun, keberadaan sistem adat yang masih berjalan belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan hukum dari negara. Persoalan ruang hidup semakin kompleks karena sebagian wilayah kelola MHA Lipu Boano beririsan dengan kawasan Suaka Margasatwa Tanjung Santigi. Kondisi ini menimbulkan persoalan tenurial dan ketidakpastian bagi masyarakat dalam mempertahankan serta mengelola wilayah yang secara turun-temurun menjadi bagian dari kehidupan mereka. Karena itu, pengakuan MHA menjadi bagian penting dalam perjuangan masyarakat Lipu Boano. Pengakuan tidak hanya berkaitan dengan identitas dan keberadaan masyarakat adat, tetapi juga menjadi dasar untuk memperkuat perlindungan terhadap hak tenurial dan wilayah kelola mereka. Pada 2026, proses asesmen sosio-legal dilakukan sebagai bagian dari upaya pengajuan pengakuan MHA Lipu Boano kepada pemerintah. Proses ini mendokumentasikan sejarah, kelembagaan adat, sistem hukum adat, serta hubungan masyarakat dengan wilayahnya. Pendokumentasian tersebut diharapkan menjadi dasar yang kuat untuk menunjukkan keberadaan masyarakat adat sekaligus memperjelas hak dan ruang kelola mereka. Perjuangan MHA Lipu Boano bukan hanya…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.