Mon,4 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Gerry van Klinken Bicara soal Bencana Sumatera, Kapitalisme sampai Ekososialisme

Gerry van Klinken Bicara soal Bencana Sumatera, Kapitalisme sampai Ekososialisme

gerry-van-klinken-bicara-soal-bencana-sumatera,-kapitalisme-sampai-ekososialisme
Gerry van Klinken Bicara soal Bencana Sumatera, Kapitalisme sampai Ekososialisme
service

Gerry van Klinken,  menyalami satu per satu peserta diskusi buku Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia, yang Maja Book Party adakan di Lebak, Banten, Desember lalu. Antropolog University of Amsterdam Belanda itu, November-Desember lalu ke Indonesia, bertepatan bencana besar, banjir dan longsor melanda Sumatera. Dia keliling berbagai kota dari Malang, Yogyakarta, Jakarta, Garut, Bogor, Surabaya, Solo, Semarang, Jember, Salatiga, hingga Banten. Klinken menyuarakan gagasan ekologis, lewat bukunya, Bacaan Bumi: Pemikiran Ekologis untuk Indonesia. Lulusan doktor Griffith University Australia ini, menggarap buku itu bersama 17 penulis Indonesia. Dia memulai karier di bidang geofisika dan tambang. Pada 1984, dia mengajar fisika di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, selama tujuh musim. Pria kelahiran 1952 itu mengubah haluan kariernya, fokus pada bidang humaniora antara lain terpengaruh aktivisme mahasiswanya, Andreas Harsono dan Yosep Adi Prasetyo, yang ketika itu berjuang berupaya meruntuhkan Orba. Ketika pensiun, Klinken menjadi “mualaf lingkungan,” istilah yang dia sematkan untuk menggambarkan perjalanan intelektualnya. Dia belajar ilmu lingkungan dan dedikasikan waktu untuk memikirkan nasib bumi di tengah krisis iklim. Lewat buku terbarunya, Klinken merefleksikan diri bahwa dunia dalam kondisi krisis, namun manusia bingung harus berbuat apa. Dia bilang, dunia modern saat ini kekurangan imajinasi untuk menghadapi krisis iklim. “Imajinasi kita menjadi dikerdilkan oleh kapitalisme,” katanya. Dalam bukunya, pria yang menghabiskan masa kecil di Doom, sebuah pulau kecil di Sorong, Papua Barat itu, tidak membicarakan persoalan praktis dan kebijakan lingkungan. Dia fokus pada pemikiran radikal agar tidak memperburuk krisis ekologis saat ini. Jurnalis Mongabay, Achmad Rizki Muazam, berbincang-bincang dengan Klinken usai…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.