Mubadalah.id – Dalam relasi pacaran, setiap perempuan berhak menentukan batas atas tubuh dan dirinya sendiri. Namun, tidak jarang tekanan atau bujukan dari pasangan membuat remaja perempuan merasa ragu, tidak enak hati, atau bahkan takut untuk menolak. Padahal, mengatakan “tidak” adalah hak yang sepenuhnya sah dan harus dihormati. Karena itu, penting bagi setiap gadis remaja untuk mengetahui cara-cara menolak ajakan hubungan seks dengan tegas, aman, dan tanpa rasa bersalah. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Pertama, kalau pacar ingin berhubungan seks dan Anda tidak, katakan bahwa Anda merasa tersanjung oleh hasratnya itu, tapi tegaskan bahwa Anda saat itu belum siap. Bila Anda takut berduaan dengannya, ajaklah orang lain atau mintalah orang lain bicara dengan dia.
Kedua, kalau dia terus merengek atau memojokkan, katakan “TIDAK!” keras-keras. Bila perlu, katakan “TIDAK!” berkali-kali. Anda musti mendukung ucapan ini dengan bahasa tubuh: mulut Anda bilang “TIDAK!” maka isyarat tubuh juga harus menandakan “TIDAK!”
Ingatlah bahwa pengaduan perkosaan sering ditolak hanya karena orang-orang menanggapi si perempuan “sebetulnya mau” melakukan hubungan seks dengan pemerkosa. Jangan biarkan pacar Anda mengira demikian.
Kalau memang tidak mau, tunjukkan setegas-tegasnya bahwa Anda tidak mau. Jangan menyisakan makna mendua dan jangan sampai isyarat Anda meragukan dan bisa ditafsirkan sebagai “Ya”.
Ketiga, bila dia menyentuh dengan cara yang tidak Anda kehendaki menjauhlah darinya. Batin Anda memberi peringatan bahwa sentuhan itu mengarah yang lebih buruk dan tidak Anda sukai. Buatlah suara gaduh dan bersiap-siaplah untuk lari kalau perlu.
Jangan Minum Alkohol
Keempat, jangan menenggak minuman beralkohol dan memakai narkotik dan obat terlarang apa pun. Alkohol dan obat-obatan menyebabkan Anda sulit berkepala dingin, sulit menilai, dan sulit mengkontrol apa yang terjadi pada diri Anda.
Kelima, memang lumrah bila pasangan yang berpacaran ingin berduaan di mana tidak ada gangguan dari orang lain. Tapi justru di sinilah bahaya mungkin menghadang. Kalau bisa, usahakan pergi secara kelompok. Dengan begitu, Anda masih punya kesempatan bersama pemuda yang Anda sukai, tapi lebih aman dari kemungkinan paksaan berhubungan seks karena Anda tidak hanya berduaan saja.
Keenam, usahakan menghindari tempat-tempat sepi dan terpencil di mana tidak ada orang Jain bisa melihat kalian.
Ketujuh, cobalah merencanakan jalannya kencan jauh-jauh hari. Putuskan sampai mana batas sentuhan yang bisa Anda terima tanpa merasa terpaksa. Jangan terbawa perasaan. Sejak awal seharusnya Anda camkan dalam benak bahwa tindakan dan keputusan yang sembrono akan menyebabkan penyesalan di kemudian hari.
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 83-84.




Comments are closed.