Jakarta, Arina.id—Perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama RI jatuh pada 27 Mei 2026 identik dengan tradisi pembagian dan pengolahan daging kurban. Namun, cara menyimpan dan mengolah daging yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas hingga keamanannya untuk dikonsumsi.
Pakar produksi ternak Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Panjono mengingatkan masyarakat agar sebisa mungkin langsung mengolah daging kurban setelah diterima. Namun jika harus disimpan, ada sejumlah langkah penting yang perlu diperhatikan agar kualitas daging tetap terjaga.
Menurut Panjono, daging segar sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan. Air mentah justru dapat membawa bakteri atau bibit penyakit masuk ke dalam daging sehingga mempercepat kerusakan.
“Kalau dicuci, peluang penyakit dari air mentah masuk ke daging jadi lebih besar,” ujarnya.
Ia juga menyarankan agar daging dipotong atau digiling sesuai kebutuhan sekali masak. Setelah itu, daging dibagi dalam beberapa porsi kecil lalu dikemas menggunakan kantong plastik atau wadah tertutup rapat. Penyimpanan akan lebih baik jika menggunakan metode vakum.
Cara tersebut dinilai memudahkan masyarakat ketika hendak mengolah kembali daging yang telah dibekukan.
Panjono menjelaskan, sebelum dimasukkan ke freezer, daging sebaiknya terlebih dahulu disimpan beberapa saat di dalam chiller dengan suhu sekitar 2–5 derajat Celsius. Langkah ini penting untuk menjaga struktur daging tetap stabil.
Saat proses pendinginan, daging akan mengalami fase rigor mortis atau kejang otot. Karena itu, pendinginan bertahap dinilai lebih baik dibanding langsung membekukan daging secara mendadak.
“Pembekuan yang mendadak dan tidak merata bisa merusak struktur daging,” tegasnya.
Hal serupa juga berlaku ketika daging beku hendak dimasak. Daging sebaiknya dipindahkan lebih dulu dari freezer ke chiller agar proses pencairan berlangsung perlahan dan merata.
Menurut Panjono, proses thawing yang terlalu cepat dapat menyebabkan struktur daging rusak dan mengeluarkan banyak cairan alami daging.
Selain soal penyimpanan, ia juga mengingatkan pentingnya memasak daging hingga benar-benar matang guna membunuh bibit penyakit yang mungkin masih ada.
Khusus untuk olahan bakar seperti sate, Panjono menyarankan masyarakat tidak mengonsumsi bagian daging yang gosong atau menghitam karena dinilai kurang baik bagi kesehatan.
“Bagian-bagian yang item dari daging panggang itu sebaiknya jangan dikonsumsi, sebab tidak bagus untuk kesehatan,” pungkasnya.





Comments are closed.