Tue,26 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Berdamai dengan Lemak Perut: Jangan Cuma Takut Gendut, Takutlah pada Lemak Viseral

Berdamai dengan Lemak Perut: Jangan Cuma Takut Gendut, Takutlah pada Lemak Viseral

berdamai-dengan-lemak-perut:-jangan-cuma-takut-gendut,-takutlah-pada-lemak-viseral
Berdamai dengan Lemak Perut: Jangan Cuma Takut Gendut, Takutlah pada Lemak Viseral
service

Bincangperempuan.com- Di berbagai iklan produk diet, kita selalu diperlihatkan oleh visual figur bertubuh langsing dengan perut rata sempurna. Saking rampingnya, mereka bahkan digambarkan bisa melewati celah sempit dengan sangat mudah. Tanpa sadar, iklan-iklan ini sukses menanamkan obsesi di kepala kita untuk memiliki standar kecantikan yang sama: pinggang ramping dan perut yang tak berlipat.

Akibatnya, lemak perut, terutama di bagian bawah selalu jadi musuh. Masih ingat insiden beberapa waktu lalu, tepatnya setelah meledaknya lagu Garam dan Madu dari Naykila dan Tenxi pada akhir 2024? Naykila sempat panen hujatan hanya karena perutnya terlihat berlemak saat perfoming. Perdebatan sengit pun pecah di media sosial; ada netizen yang ikut mencibir, tapi banyak juga yang membela dan menormalisasi bentuk tubuh tersebut.

Jadi sebenarnya perut yang sehat itu seperti apa? Rata seperti di iklan-iklan diet atau masih menyisakan lemak di bagian bawah perut?

Di Balik Lemak Perut

Melansir dari Mayo Clinic, berat badan dan tumpukan lemak kita sebenarnya ditentukan oleh empat hal: jumlah kalori yang masuk, kalori yang dibakar, usia, dan genetika.

Logika dasarnya sederhana: kalau kamu rutin mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar tiap hari, berat badan otomatis akan naik, dan kelebihannya sangat mungkin berakhir menjadi lipatan di perut. Namun, ada satu faktor krusial yang sering kali tidak mau diterima oleh masyarakat, yaitu penuaan.

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia secara alami akan kehilangan massa otot. Masalah ini akan makin parah kalau kamu mageran alias jarang beraktivitas fisik. Nah, berkurangnya massa otot ini membuat laju pembakaran kalori tubuh (metabolisme) ikut melambat. Ujung-ujungnya, menjaga berat badan ideal terasa jauh lebih berat ketimbang saat masih usia belasan tahun.

Bagi perempuan, proses biologis ini jauh lebih rumit. Banyak perempuan yang tiba-tiba menyadari perutnya makin berlemak saat usianya menua, padahal berat badan mereka secara keseluruhan tidak naik. Kenapa bisa begitu? Biang kerok utamanya adalah penurunan hormon estrogen seiring bertambahnya usia, karena estrogen punya kendali besar dalam menentukan di mana tubuh menyimpan lemak. Ditambah lagi, ada faktor bawaan lahir (genetika) yang ikut mengatur peluang obesitas tiap orang.

Jadi, menuntut tubuh perempuan untuk rata dan adalah ekspektasi yang konyol dan melawan kodrat biologis.

Baca juga: Mengapa Perempuan Lebih Enggan Gunakan AI, dan Apa Dampaknya?

Jangan Salah Musuh: Subkutan vs Viseral

Selama ini, kita memusuhi lemak perut demi penampilan. Padahal, secara medis, lemak di area perut tidak diciptakan sama.

Pertama, ada lemak subkutan (subcutaneous fat). Ini adalah lemak yang letaknya tepat di bawah kulit—lemak lembek yang bisa kamu cubit dengan jari. Secara estetika, lemak inilah yang paling sering dibenci dan bikin insecure. Tapi faktanya, ini bukanlah ancaman utama bagi kesehatan.

Kedua, lemak viseral (visceral fat). Ini dia sang penjahat sesungguhnya. Lemak viseral tertanam jauh di dalam rongga perut dan menyelimuti organ-organ vital. Terlepas dari berapa pun berat badanmu secara keseluruhan (bahkan pada orang yang terlihat kurus sekalipun), punya terlalu banyak lemak viseral sangatlah berbahaya.

Kamu tidak bisa mencubit lemak ini dari luar. Pernah lihat bapak-bapak atau seseorang yang perutnya buncit besar ke depan, tapi kalau dipegang atau ditekan perutnya terasa keras dan kencang (tidak lembek)? Nah, itu tanda bahwa perutnya penuh dengan lemak viseral yang mendesak dari dalam.

Tumpukan lemak ini meningkatkan risiko berbagai kondisi fatal, mulai dari tekanan darah tinggi, kolesterol jahat, sleep apnea (henti napas saat tidur), penyakit jantung, gula darah tinggi dan diabetes, beberapa jenis kanker, stroke, perlemakan hati, hingga risiko kematian dini akibat penyakit penyerta.

Bagaimana Mendeteksi Lemak Viseral?

Cara paling mudah untuk mendeteksi tumpukan lemak viseral adalah dengan mengukur lingkar pinggang. Tapi, patokan sehat bisa berbeda-beda tergantung ras dan jenis kelamin.

Untuk perempuan keturunan Asia (seperti Tiongkok, Jepang, atau Asia Selatan), lingkar pinggang yang normal dan aman adalah di bawah 80 cm. Risiko kesehatan akan meningkat kalau angkanya sudah melebihi batas tersebut. Sedangkan perempuan Kaukasia/Eropa punya batas toleransi sedikit lebih besar, yaitu 80-88 cm. 

Sementara itu, untuk laki-laki keturunan Asia, batas normal lingkar pinggangnya adalah di bawah 90 cm (dibandingkan laki-laki Kaukasia yang batas normalnya 94-102 cm).

Lalu, bagaimana cara mengukurnya dengan benar?

  • Berdiri tegak dan lingkarkan meteran pengukur langsung di atas kulit perutmu, posisinya tepat di atas tulang pinggul.
  • Tarik meteran sampai pas menempel, tapi jangan sampai menekan daging. Pastikan posisinya rata dari depan ke belakang.
  • Rileks, hembuskan napas secara natural, lalu baca angkanya. Jangan menahan napas atau mengempiskan perut saat mengukur.

Ukuran ini sangat penting karena lemak viseral bisa melepaskan zat kimia berbahaya ke dalam tubuh yang memicu peradangan kronis dan melipatgandakan risiko sindrom metabolik.

Baca juga: Ilmuwan Ini Gagas Menstruasi Tiga Kali dalam Setahun: Solusi atau Ancaman Kesehatan?

Bagaimana Mengurangi Lemak Viseral?

Mitos terbesar dalam industri kebugaran adalah spot reduction atau mengecilkan bagian tubuh tertentu secara instan. Kamu bisa saja melakukan sit-up atau crunches ratusan kali sehari demi mengencangkan otot perut. Sayangnya, latihan itu saja tidak akan melunturkan lemak perut. Otot perutmu mungkin menguat, tapi akan tetap tersembunyi di balik lapisan lemak.

Kabar baiknya, lemak viseral ini sangat responsif terhadap perbaikan pola makan dan olahraga rutin. Ketimbang buang uang untuk teh detox atau korset yang menyiksa, coba strategi ini:

  • Perbanyak porsi makanan berbahan dasar tumbuhan seperti buah, sayur, dan biji-bijian utuh. Pilih protein tanpa lemak seperti ikan dan susu rendah lemak. Batasi daging olahan, mentega, dan keju yang tinggi lemak jenuh.
  • Kontrol porsi, karena sehat bukan berarti bebas makan sebanyak-banyaknya. Kurangi porsi makanmu. Kalau di restoran, jangan ragu untuk berbagi porsi atau membungkus setengahnya untuk dibawa pulang.
  • Kurangi konsumsi minuman manis. Ganti dengan air putih.
  • Rutinkan olahraga aerobik sedang (seperti jalan cepat) setidaknya 150 menit seminggu, atau aerobik intens (jogging) minimal 75 menit seminggu. Tambahkan latihan kekuatan (strength training) dan coba latihan interval intensitas tinggi (HIIT) yang terbukti ampuh mengikis lemak membandel.

Pada akhirnya, mengikis lemak perut membutuhkan kedisiplinan dan kesabaran yang tinggi. Fokuslah pada gaya hidup sehat yang pelan tapi pasti, ketimbang diet ekstrem yang hanya bertahan sesaat. 

Sudah waktunya kita mengubah mindset. Target utamanya adalah membebaskan organ dalam dari tumpukan lemak viseral yang berbahaya. Kalau pada akhirnya perut jadi rata, anggap saja itu bonus. Karena tujuannya adalah punya badan yang sehat untuk jangka panjang, bukan menyiksa diri sekadar demi mengejar validasi kecantikan di internet.

Referensi:

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.