Erupsi tadi sekitar pukul 09.26 WIT dengan kolom abu teramati setinggi 1.000 meter di atas puncak
Ternate (ANTARA) – Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan pada Senin (6/4) Gunung Dukono erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi hingga 1.000 meter di atas puncak gunung.
“Erupsi tadi sekitar pukul 09.26 WIT dengan kolom abu teramati setinggi 1.000 meter di atas puncak,” kata Petugas PGA Dukono Bambang Sugiono saat dihubungi dari Ternate, Senin.
Dia menjelaskan lontaran abu erupsi Gunung Dukono teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.
Baca juga: Gunung Dukono lontarkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 49.69 detik,” kata Bambang Sugiono.
Dia mengatakan peningkatan aktivitas gunung tersebut terjadi sejak Senin 30 Maret 2026 sampai saat ini. Padahal selama tujuh bulan terakhir, kata dia, aktivitas letusan Gunung Sukono sempat berhenti.
“Tanggal 30 Maret 2026 kemarin sudah mulai terjadi letusan sampai sekarang,” kata Bambang Sugiono.
Dia menyatakan saat ini status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut (mdpl) itu berada pada Level II atau Waspada.
Baca juga: Gunung Dukono kembali erupsi lontarkan abu vulkanik 1.400 meter
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan diimbau tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” kata Bambang Sugiono.
Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono diminta menyediakan masker, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Baca juga: Gunung Dukono di Maluku Utara masih semburkan abu vulkanik
Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.