Wed,29 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. 5 Gejala Campak pada Orang Dewasa yang Jarang Disadari

5 Gejala Campak pada Orang Dewasa yang Jarang Disadari

service

Jakarta

Campak merupakan infeksi virus yang sangat menular dan menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat dialami oleh siapa saja, termasuk orang dewasa, dengan risiko komplikasi yang lebih serius. Karena itu, Bunda perlu mengenali gejalanya sejak dini.

Anak-anak, individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan ibu hamil mungkin memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena campak, setelah terpapar virus penyebabnya.

Pada 2021, banyak orang meninggal dunia akibat campak di seluruh dunia. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang belum divaksinasi dan berusia di bawah 5 tahun. Meski begitu, campak pada orang dewasa juga perlu diwaspadai.

Dilansir dari laman Healthline, orang dewasa bisa terkena campak, dan komplikasi lebih mungkin terjadi pada mereka yang belum menerima vaksin.

Jika berusia di atas 20 tahun dan telah melakukan kontak dengan seseorang yang menderita campak, sangat disarankan agar Bunda segera menghubungi tenaga kesehatan dan mengambil semua tindakan pencegahan agar tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Dilansir dari laman Vinmec, orang dewasa masih bisa terkena campak karena sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun. Setelah terinfeksi, masa inkubasi berlangsung antara 7-21 hari (rata-rata 10 hari), setelah itu penyakit ini bermanifestasi dengan gejala-gejala tertentu.

Berikut beberapa gejala campak pada orang dewasa yang sebaiknya Bunda waspadai:

  1. Demam tinggi, kelelahan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala
  2. Radang saluran pernapasan bagian atas (batuk kering, hidung tersumbat, dan pilek)
  3. Mata merah dan iritasi, berair, fotofobia, dan kelopak mata bengkak
  4. Di dalam rongga mulut, pada mukosa bukal (berlawanan dengan gigi geraham atas), dapat diamati bintik-bintik kecil berwarna putih/abu-abu (bintik Koplik) berdiameter 0,5-1 milimeter dengan lingkaran merah di sekitarnya
  5. Ruam muncul 3-4 hari setelah demam tinggi, berupa lesi merah muda yang menonjol, dimulai di belakang telinga, menyebar ke tengkuk, dahi, wajah, leher, kemudian berlanjut ke badan dan anggota tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Saat ruam menutupi seluruh tubuh, demam berangsur-angsur mereda.

Komplikasi penyakit campak

Komplikasi ringan umum dari campak dapat meliputi infeksi telinga dan diare. Para ahli menyarankan agar Bunda segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi komplikasi ini.

Sementara itu, komplikasi serius gejala campak yang memerlukan perawatan medis segera dapat meliputi:

  • Radang paru-paru
  • Radang otak
  • Panensefalitis sklerosis subakut
  • Efek terkait kehamilan

Penyebab penyakit campak

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Penularannya bisa terjadi sangat cepat dan mudah melalui:

  • Percikan saliva, ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersih, virus bisa menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain di sekitarnya.
  • Kontak langsung dengan cairan tubuh penderitanya
  • Benda yang terkontaminasi, virus campak juga bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam.

Cara mencegah penularan campak

Selain vaksinasi, Bunda dapat mengurangi kemungkinan terkena campak dan timbulnya komplikasi dengan mengambil langkah-langkah berikut ini:

  • Lakukan praktik kebersihan tangan yang baik. Cuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, dan sebelum menyentuh wajah, mulut, atau hidung.
  • Jangan berbagi barang pribadi dengan orang yang mungkin terpapar virus. Ini termasuk barang-barang seperti peralatan makan, gelas minum, dan sikat gigi.
  • Hindari kontak langsung dengan orang yang batuk, pilek, atau merasa tidak enak badan secara umum.

Nah, itulah beberapa gejala campak pada orang dewasa hingga pencegahan yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.