Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Walhi Peringatkan Ancaman El Nino Ekstrem, Picu Risiko Kekeringan dan Krisis Pangan

Walhi Peringatkan Ancaman El Nino Ekstrem, Picu Risiko Kekeringan dan Krisis Pangan

walhi-peringatkan-ancaman-el-nino-ekstrem,-picu-risiko-kekeringan-dan-krisis-pangan
Walhi Peringatkan Ancaman El Nino Ekstrem, Picu Risiko Kekeringan dan Krisis Pangan
service

Jakarta, NU Online

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti potensi krisis serius akibat fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki “Godzilla”. Fenomena ini tidak hanya memicu kekeringan berkepanjangan, tetapi juga berpotensi memperparah krisis pangan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika tidak ditangani secara serius oleh pemerintah.

Koordinator Pengkampanye Eksekutif Nasional Walhi, Uli Arta Siagian, mengatakan bahwa fenomena tersebut mulai menunjukkan dampaknya. Hingga Maret 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 7 persen zona musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki fase kemarau.

“El Nino ekstrem ini akan membawa situasi kemarau panjang dengan intensitas tinggi. Dampaknya, kekeringan akan meluas di banyak wilayah dalam skala besar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima NU Online, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, tanpa penanganan yang memadai, risiko kebakaran hutan dan lahan akan semakin tinggi. “Jika tidak ditangani dengan baik, karhutla sangat rentan terjadi saat fenomena ini melanda,” lanjutnya.

Uli menjelaskan, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026. Sejumlah daerah bahkan diprediksi mengalami kekeringan dengan tingkat sedang hingga ekstrem, terutama di Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Kalimantan.

Ancaman kekeringan ini juga berpotensi memicu dampak lanjutan. Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional Walhi, Musdalifah, menilai risiko krisis air bersih hingga krisis pangan semakin sulit dihindari.

“Ketika El Nino terjadi, kekeringan menjadi lebih ekstrem yang berdampak pada krisis air bersih, gagal panen, dan krisis pangan,” ujarnya.

Musdalifah menyampaikan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh sistem pangan nasional yang masih bergantung pada impor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Maret 2025 mencatat Indonesia mengimpor sekitar 13.629 ton komoditas pangan.

Ia juga menyoroti arah pembangunan yang dinilai meningkatkan kerentanan pangan nasional. “Paradigma pembangunan yang ekstraktif dan eksploitatif telah mendorong alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi perkebunan monokultur,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan proyek investasi di wilayah pesisir dan pulau kecil juga dinilai berpotensi mengganggu wilayah kelola rakyat yang menjadi sumber pangan utama.

Dampak El Nino terhadap produksi pangan sebelumnya juga telah terlihat signifikan. Pada 2024, fenomena ini menyebabkan penurunan produksi beras sebesar 2,28 juta ton pada periode Januari hingga April, atau turun 17,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI menyatakan pemerintah telah menyiapkan cadangan beras pemerintah (CBP) sekitar 4,6 juta ton untuk menghadapi dampak El Nino.

Namun, Musdalifah menilai persoalan pangan tidak cukup diselesaikan hanya melalui ketersediaan stok. Ia menekankan pentingnya memastikan akses dan kualitas pangan bagi masyarakat.

“Pemenuhan hak atas pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga memastikan masyarakat, khususnya kelompok rentan, dapat mengakses pangan yang layak dan aman dikonsumsi,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.