Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. 4 Strategi Menanamkan Disiplin Kepada Anak

4 Strategi Menanamkan Disiplin Kepada Anak

4-strategi-menanamkan-disiplin-kepada-anak
4 Strategi Menanamkan Disiplin Kepada Anak
service

Mubadalah.id – Disiplin adalah patuh atau taat pada aturan. Aturan ini bisa berupa aturan agama, nilai keluarga, aturan sekolah, maupun norma masyarakat/budaya yang berlaku. Menanamkan kedisiplinan akan berhasil jika dilakukan sejak dini.

Pertama, contohkan!. Lakukan terlebih dahulu perilaku disiplin yang ingin ditanamkan. Ingat, anak belajar dengan meniru dan melihat perilaku/tindakan kita.

Kedua, jelas. Aturan harus jelas! Katakan secara jelas (konkret) perilaku disiplin yang Anda harapkan. Usahakan untuk menggunakan kalimat positif. Hindari kalimat negatif dan perintah yang diawali dengan kata “jangan” dan “tidak boleh”! Pastikan anak memahami harapan kita. Berdasarkan ilmu psikologi, anak sampai dengan usia 7 tahun masih belum dapat memahami kata-kata yang abstrak. Mereka hanya memahami kata-kata yang konkret/nyata, jelas, dan dapat mereka lihat.

Tegas

Ketiga, tegas. Disiplin adalah mendidik dengan tegas, bukan dengan kekerasan! Ketika Anda menegakkan suatu aturan, maka bersikaplah tegas! Kata “tidak” berarti tidak sama sekali. Ketika aturannya masuk akal dan Anda yakin bahwa anak mampu melakukannya, maka tidak ada alasan untuk memberinya toleransi.

Tegas bukan berarti Anda harus bersikap keras. Tegas adalah memberi sanksi yang manusiawi ketika anak melanggar. Pemberian sanksi ini sebaiknya sesuai dengan jenis pelanggarannya. Sanksi juga perlu diberikan secepatnya.

Contoh: ketika anak membuang sampah sembarangan, sanksi yang tepat adalah meminta anak mengambilnya dan membuangnya ke tempat sampah.

Menggunakan cara kekerasan adalah menerapkan hukuman, baik secara kata-kata (menyakiti hati) maupun hukuman fisik. Para ahli menyatakan bahwa hukuman mungkin akan bisa membuat anak disiplin, namun ia akan patuh jika hanya ada Anda. Ketika tidak ada yang mengawasi, anak akan melanggarnya. Dampak lain, anak justru akan menjadi semakin bandel, kebal, atau tidak mempan dengan hukuman yang diberikan.

Keempat, konsisten. Untuk membentuk perilaku, orang tua harus melakukan pembiasaan. Begitu juga dalam menanamkan kedisiplinan, hal ini perlu ia terapkan secara berulang-ulang. Jika suatu aturan tidak ia tegakkan secara konsisten, maka hasilnya tentu juga tidak akan konsisten. []

*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 106-107

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.