Nabi Muhammad selalu memperingatkan mengenai kiamat, surga dan neraka. Akan tetapi, pada hari itu, seorang dokter dan pakar ilmu alam yang bernama al-Nadr bin al-Harits (w. 624 M) menantang Allah, pemilik langit yang berlapis (al-Ma’ārij), seraya meminta agar Allah mempercepat kiamat bagi orang-orang kafir (Q 70: 1-2).
Ia itu tidak tahu, kalau malaikat saja butuh waktu 50.000 tahun dengan kecepatan cahaya untuk menempuh langit berlapis ciptaan Allah (Q 70: 4). Lalu, atas dasar apa ia berkata congkak seperti itu? Atas dasar apa ia ingin segera kiamat diturunkan kepada orang kafir? Mungkin ia mengira kalau kiamat, surga dan neraka adalah khayalan Nabi Muhammad.
Wahai orang beriman, bersabarlah apabila bertemu dengan orang congak yang merasa ilmunya paling paripurna! (Q 70: 5). Orang-orang kafir mengira bahwa kiamat itu jauh, padahal dekat! (Q 70: 6-7).
Di hari itu, langit meleleh menyerupai tembaga pijar, gunung-gunung terbang bagai bulu tertiup angin (Q 70: 8–9). Para bestie saling tatap, tapi tidak saling bertanya. Mereka ingin agar anak-anak, sahabat, saudara, keluarga, dan seluruh umat manusia di bumi menebus mereka dari azab di hari kiamat yang mereka minta itu (Q 70: 10-14).
Ya tidak bisa begitu, ferguso!
Itu lo nereka!
Mereka itu masuk neraka!
Neraka itu panasnya membakar kulit kepala hingga mengelupas. Neraka itu memanggil-manggil orang yang berpaling dan meninggalkan ajaran Muhammad. Mereka adalah orang-orang yang suka mengumpulkan harta dan menimbunnya (Q 70: 15-18). Begitulah manusia.
Manusia itu suka mengeluh. Apabila mendapat cobaan, mereka menggerutu. Apabila mendapat kelimpahan, mereka congkak (Q 70: 19-21). Ya seperti itu orang kafir, mereka mengira harta dan jabatan abadi, padahal tidak.
Akan tetapi tidak semua orang seperti itu. Ada orang-orang yang tidak mudah mengeluh. Mereka adalah orang yang tahu bahwa harta dan jabatan itu tidak abadi. Mereka adalah:
1. Orang yang ‘konsisten’ solatnya (Q 70: 22-23)
2. Orang yang suka berbagi rizki dengan peminta-minta dan yang membutuhkan (Q 70: 24-25)
3. Orang yang percaya dengan hari kiamat (Q 70: 26)
4. Orang yang takut dengan azab Allah (Q 70: 27)
5. Orang yang tidak suka main serong (Q 70: 28-31)
6. Orang yang menjaga amanah (Q 70: 32)
7. Orang yang bisa dipegang kesaksiannya (Q 70: 33)
8. Orang rang yang ‘menjaga’ solatnya (Q 70: 34)
Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan di surga (Q 70: 35). Mengapa orang-orang kafir itu berbondong-bondong dan tergopoh-gopoh mendatangimu dari kanan dan kiri, Muhammad? (Q 70: 36-37). Apakah orang-orang kafir itu ingin sekali masuk surga? (Q 70: 38).
Lha, Kok enak sekali mereka, hidup di dunia kafir, tapi ingin masuk surga?! Tahu sendiri kan, mereka diciptakan dari apa? (Q 70: 40)
Aku bersumpah, Demi Penguasa Timur dan Barat, Aku mampu meluluh-lantahkan mereka dan mengganti mereka dengan peradaban baru, seperti yang terjadi pada peradaban kuno yang hilang. (Q 70: 40-41).
Biarkan mereka tercebur dan bermain-main dalam imaji mereka sendiri hingga mereka menjumpai hari yang diperingatkan Muhammad (Q 70: 42). Di hari itu, orang-orang kafir bangkit dari perut bumi. Mereka berhamburan. Langkah mereka tergesa-gesa seolah berlari menuju berhala-berhala yang dulu mereka sembah. Pandangan mereka tertunduk. Mereka merasa hina. Itulah hari yang diperingatkan oleh Muhammad yang mereka anggap khayalan (Q 70: 43-44).





Comments are closed.