Mubadalah.id – Pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dapat disesuaikan dengan kondisi ibu dan persoalan kesehatan yang berkembang di wilayah tempat tinggalnya. Tenaga kesehatan dapat menggunakan sejumlah pertanyaan dasar untuk mengetahui pengalaman kesehatan masing-masing ibu.
Namun, daftar pertanyaan tersebut tidak harus selalu sama. Tenaga kesehatan dapat menambahkan pertanyaan lain sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan yang ditemukan di wilayahnya.
Misalnya, jika hepatitis B menjadi salah satu persoalan kesehatan yang ditemukan di suatu wilayah, tenaga kesehatan dapat menanyakan apakah ibu pernah mengalami hepatitis B. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk memberikan penjelasan mengenai pencegahan hepatitis B.
Karena itu, tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan informasi apa saja yang ia butuhkan untuk memberikan perawatan yang baik kepada ibu. Pertanyaan sebaiknya tidak sekadar menjadi daftar pemeriksaan, tetapi menjadi bagian dari upaya memahami kondisi ibu secara menyeluruh.
Pertanyaan apa yang biasanya Anda tanyakan kepada ibu hamil?
Maka dari itu, pertanyaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi tenaga kesehatan untuk melihat kembali informasi yang selama ini ia kumpulkan ketika mendampingi ibu hamil. Dengan demikian, riwayat kesehatan yang ia catat dapat benar-benar membantu proses perawatan.
Catatan Kesehatan Perlu Kita Simpan
Informasi mengenai setiap ibu hamil yang dirawat juga sebaiknya dicatat jika memungkinkan. Catatan tersebut dapat berisi berbagai informasi penting yang diperoleh selama proses pemeriksaan dan percakapan dengan ibu.
Catatan riwayat kesehatan dapat ia butuhkan kembali di kemudian hari. Informasi tersebut juga dapat menjadi penting ketika ibu memasuki masa persalinan dan kelahiran.
Pencatatan yang baik memungkinkan tenaga kesehatan melihat kembali kondisi dan pengalaman kesehatan ibu tanpa harus meminta ibu mengulang seluruh informasi dari awal. Catatan tersebut juga dapat membantu tenaga kesehatan mempertimbangkan riwayat kehamilan ketika memberikan perawatan berikutnya.
Setelah riwayat kesehatan ibu ia pelajari, pemeriksaan kehamilan tetap perlu medis lakukan secara teratur. Pemeriksaan tersebut agar setiap kali tenaga kesehatan bertemu dengan ibu hamil untuk memantau kondisi kehamilan dan mengenali perubahan yang membutuhkan perhatian.
Dengan demikian, memahami riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin merupakan dua bagian yang saling berkaitan dalam memberikan perawatan.
Riwayat kesehatan membantu tenaga kesehatan memahami perjalanan kesehatan ibu, sedangkan pemeriksaan rutin membantu memantau kondisi ibu dan kehamilan yang sedang berlangsung. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 110.





Comments are closed.