Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Konflik Agraria Menahun di Kebun Sawit Sinar Mas, Padang Halaban Ricuh Lagi

Konflik Agraria Menahun di Kebun Sawit Sinar Mas, Padang Halaban Ricuh Lagi

konflik-agraria-menahun-di-kebun-sawit-sinar-mas,-padang-halaban-ricuh-lagi
Konflik Agraria Menahun di Kebun Sawit Sinar Mas, Padang Halaban Ricuh Lagi
service

Konflik agraria di Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut), yang melibatkan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) dan warga yang tinggal puluhan tahun di sana, kembali pecah, Kamis (9/4/26). Setidaknya ratusan keamanan dan buruh perkebunan datang ke lahan tempat tinggal ratusan petani, dan mengusir mereka, dua  petani pun jadi korban penculikan. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, ratusan orang itu masuk dan menghancurkan pondok-pondok yang petani bangun kembali. Aksi itu mengejutkan anak-anak dan kelompok lanjut usia (lansia) yang masih tertidur, karena dinding rumah mereka tumbang. Seketika, anak-anak menangis dan berlarian ke luar rumah dengan wajah penuh ketakutan. Orang tua berdiri di depan rumah mereka, menolak penggusuran. Adu mulut yang terjadi berujung pada saling dorong dan tunjuk muka. Dalam waktu singkat, warga  kena pukul, injak, dan tendang, di bagian punggung, perut dan wajah. Mereka masih bertahan. Sekitar 45 menit, ratusan petugas keamanan dan buruh perkebunan memporak-porandakan pertahanan para petani. “Ngapain kalian di sini, ini bukan HGU kalian! Komisi XIII DPR juga tidak memenangkan kalian, kan,” kata  Yusrizal, anggota Kelompok Tani Padang Halaban (KTPH), menirukan ucapan dari orang perusahaan. Bentrokan fisik yang terjadi menyebabkan setidaknya 12 petani luka-luka. Kebanyakan  petani perempuan. Suasana pembongkaran paksa hunian petani di Padang Halaban. Sumber: tangkapan layar video dokumentasi warga. Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) Sumut, menyebut, dua dari 12 petani yang luka-luka itu hilang, dugaan kuat diculik. Suardi, Ketua IKOHI Sumut, saat Mongabay wawancara, Kamis (9/4/26) malam, bilang, petani yang hilang itu adalah Harry Prantoko dan Benny Kumala. Hal itu dia ketahui…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.