Apa yang Anda lakukan bila bertemu ular welang? Pengalaman ini dirasakan Muhammad Bilal Yogaswara (28), citizen scientist yang tergabung dalam Jakarta Birdwatcher Society. Bilal berhasil mendokumentasikan jenis ini di kawasan hutan Universitas Indonesia (UI) saat kegiatan Jakarta Naturalist Week. Awalnya, dia tidak menyadari keberadaan Bungarus fasciatus itu, ketika melintas di depannya. Perhatiannya yang semula tertuju ke ular tersebut, berpaling ke pawang yang coba mengamankan reptil yang panjangnya bisa lebih dua meter ini. “Ini ular berbisa tinggi kedua yang saya foto,” jelasnya, Selasa (19/5/2026). Ular welang yang dikenal memiliki bisa tinggi. Foto: Dok. Muhammad Bilal Yogaswara. Bilal memilih mendokumentasikan dari jarak aman. Baginya, pengalaman tersebut bukan sekadar berburu dokumentasi, tetapi juga kesempatan belajar mengenai perilaku ular berstatus Risiko Rendah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). “Sebagai bentuk pertahanan diri, welang menyembunyikan kepalanya di sela daun.” Welang dikenal sebagai ular berbisa dari Famili Elapidae yang tersebar di Asia Selatan hingga Asia Tenggara. Umumnya hidup di kawasan rawa, hutan sekunder, semak belukar, hingga area dekat air. Keberadaannya di kawasan urban jadi temuan menarik, terutama di tengah tingginya tekanan pembangunan perkotaan. Hutan UI masih jadi habitat beragam jenis reptil. Dalam laporan SDGs UI 2022, beberapa jenis ular yang tercatat ditemukan di kawasan tersebut antaranya Naja sputatrix, Ahaetulla prasina, Dendrelaphis pictus, Python reticulatus, Xenopeltis unicolor, Pareas carinatus, dan Ptyas korros. Survei Visual Encounter Survey (VES) 2018 menunjukkan indeks keanekaragaman ular di hutan UI lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Ular welang saat diamankan pawang ular. Foto: Dok. Muhammad Wildan Al Gifari. Ruang terbuka hijau…This article was originally published on Mongabay
Ular Welang dan Konsep Kota Berkelanjutan
Ular Welang dan Konsep Kota Berkelanjutan





Comments are closed.