Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Dorong Kebun Sekolah sebagai Ruang Belajar Siswa

Dorong Kebun Sekolah sebagai Ruang Belajar Siswa

dorong-kebun-sekolah-sebagai-ruang-belajar-siswa
Dorong Kebun Sekolah sebagai Ruang Belajar Siswa
service

Yuk, ikuti WhatsApp Channel Mongabay Indonesia dan dapatkan artikel terbaru setiap harinya. Secara rutin, para siswa dan guru SD Inpres Nunumeu di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur merawat dan mengelola kebun sekolahnya.  Mereka membersihkan, menyiapkan bedengan dan menanam bibit sayuran dan pangan lokal. Tak hanya untuk ketahanan pangan di sekolah, kegiatan ini sebagai upaya membentuk pendidikan karakter siswa. SD Inpres Nunumeu membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari halaman sekolah. Sejak Januari 2024, sekolah dasar ini memanfaatkan lahan seluas 1.410 m² menjadi kebun sains atau yang mereka sebut Living Lab, tempat siswa dari kelas 1-6 belajar langsung tentang tanaman pangan lokal, mulai dari singkong, kangkung, hingga pepaya dan jagung. “Melihat kondisi di TTS yang dimana banyak anak stunting, ekonomi keluarga yang tidak mencukupi untuk memberikan makanan bergizi, kami pihak sekolah berupaya dengan berdarah-darah untuk mengelola tanah TTS yang kurang subur ini,” jelas Yakoba Saekoko, Kepala SD Inpres Nunumeu dalam diskusi Membangun Kebun Sekolah, pada April Lalu. Wajah ceria siswi SMP N 4 Wulandoni usai panen sorgum di kebun sekolah di Desa Tapobali. Foto: Nopri Ismi/ Mongabay Indonesia Kerja keras antara guru dan siswa pun membuahkan hasil. Berkat kebun sains, kebutuhan gizi siswa pun terpenuhi. Saat panen raya, biasanya mereka memasak dan makan bersama untuk seluruh warga sekolah. Tak hanya tanaman pangan lokal, mereka juga menanam beragam sayur mayur, seperti sawi, pakcoy, pare dan kacang panjang. “Program ini saya harapkan akan terus berkelanjutan meskipun saat masa kepemimpinan saya selesai,” tambah Yakoba. Selain pemenuhan gizi, upaya ini juga  meningkatnya kepedulian dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.