Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Anak Muda Lombok Belajar Pangan Lokal di Sekolah Adat

Ketika Anak Muda Lombok Belajar Pangan Lokal di Sekolah Adat

ketika-anak-muda-lombok-belajar-pangan-lokal-di-sekolah-adat
Ketika Anak Muda Lombok Belajar Pangan Lokal di Sekolah Adat
service

Di atas tanah perbukitan di Lombok Utara yang basah setelah hujan, sejumlah pemuda menelusuri lahan-lahan yang baru ditanami padi dan jagung, akhir Januari. Salah seorang adalah Randika, mahasiswa Universitas Pendidikan Mandalika Mataram yang tengah berdebat dengan rekannya, Baiq Chelsea. Mereka berdebat tentang nama tanaman di depannya itu dalam bahasa Indonesia karena hanya mengingat dalam bahasa lokal (Sasak). Itu pun samar.  Mereka mencoba mengambil foto daun tanaman itu, lalu memasukkan ke dalam mesin pencari Google. Beberapa pilihan muncul, tapi tetap saja mereka ragu. Kebingungan serupa juga siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian Bayan alami. Beberapa tanaman mereka kenal karena masih dijumpai di pasar seperti lomak (talas), singkong, lebui, komak atau kacang kara (Lablab purpureus). Nelda Hannia, dari Dewan Kebudayaan  Lombok Utara, penanggung jawab kegiatan mengeluarkan semangkuk biji-bijian. Dia meminta para peserta yang ikut dalam kegiatan bertajuk “Lacak Jejak Pangan Lokal” itu menebak nama biji-bijian itu. Hasilnya, tak ada yang bisa. Dia lantas menyebut nama beleleng, yang tak lain adalah nama lokal sorgum. Menurutn dia, ada enam jenis sorgum yang hingga kini masih ditanam warga adat di Lombok Utara, terutama di kebun dan tanah pecatu. Hari itu, Randika dan Chelsea memang datang wilayah adat Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat untuk mendata jenis tanaman pangan di tanah pecatu/tanah adat. Indriyatno (baju putih), dosen Kehutanan Universitas Mataram menjelaskan potensi pangan lokal Lombok pada tamu dari asesor UNESCO, dia mejanya disajikan langsung contoh pangan lokal itu.Foto: Fathul Rakhman/Mongabay Indonesia. Di lahan  pecatu, tanah titipan adat yang dikelola untuk kepentingan ritual,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.