Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jerat Babi Kembali Lukai Harimau di Pasaman

Jerat Babi Kembali Lukai Harimau di Pasaman

jerat-babi-kembali-lukai-harimau-di-pasaman
Jerat Babi Kembali Lukai Harimau di Pasaman
service

Jerat babi hutan makan korban harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) lagi. Di Jorong Lima Sempadang, Nagari Padang Mantigi Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, harimau betina berumur 11 bulan ditemukan terkena jerat pada Kamis (21/5/26).  Kini, harimau dalam  perawatan di Tempat Transit Satwa (TTS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. Edi Susilo Kepala Resort BKSDA Pasaman, mengatakan,  informasi harimau terjerat  berawal dari laporan masyarakat yang menemukan si kucing besar dalam keadaan terjerat di  perkebunan karetnya Ia terkena jerat babi hutan yang sengaja warga pasang di area perkebunan. Saat BKSDA temukan, harimau terlilit kawat jerat dengan kondisi masih hidup. Terdapat lima lilitan jerat yang mengenai anggota tubuh satwa malang itu. “Kami mendapat laporan pagi, kemudian sekitar pukul 13.30 WIB tim sampai di lokasi dan melihat harimau terjerat oleh jerat babi (jerat ratus),” katanya. Dia bilang, jerat babi ini melilit leher, badan bagian depan dan kaki kanan di bawah ketiak, totalnya ada sekitar lima lilitan. “Kondisinya  sempat melawan, kemudian ada mengerang maju mundur, kami lakukan pembiusan. Kemudian dilakukan evakuasi dengan memotong kawat-kawat yang menjerat tubuhnya.” Masyarakat, katanya, memang masih banyak memasang jerat babi atau ratus untuk melindungi tanaman mereka dari babi. Sementara, hewan belang ini belajar berburu, mengejar babi. “Babinya kecil bisa lolos, sedangkan ia sendiri (harimau) karena berukuran besar jadi tersangkut dan terjerat.” Usai evakuasi, BKSDA mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena mereka perkirakan ada harimau lain yang masih berkeliaran. Edi bilang, ada tiga harimau   masih berkeliaran, dengan satu induk dan dua anakan yang masih dalam proses belajar berburu. “Untuk itu…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.