Jerat babi hutan makan korban harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) lagi. Di Jorong Lima Sempadang, Nagari Padang Mantigi Utara, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, harimau betina berumur 11 bulan ditemukan terkena jerat pada Kamis (21/5/26). Kini, harimau dalam perawatan di Tempat Transit Satwa (TTS) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. Edi Susilo Kepala Resort BKSDA Pasaman, mengatakan, informasi harimau terjerat berawal dari laporan masyarakat yang menemukan si kucing besar dalam keadaan terjerat di perkebunan karetnya Ia terkena jerat babi hutan yang sengaja warga pasang di area perkebunan. Saat BKSDA temukan, harimau terlilit kawat jerat dengan kondisi masih hidup. Terdapat lima lilitan jerat yang mengenai anggota tubuh satwa malang itu. “Kami mendapat laporan pagi, kemudian sekitar pukul 13.30 WIB tim sampai di lokasi dan melihat harimau terjerat oleh jerat babi (jerat ratus),” katanya. Dia bilang, jerat babi ini melilit leher, badan bagian depan dan kaki kanan di bawah ketiak, totalnya ada sekitar lima lilitan. “Kondisinya sempat melawan, kemudian ada mengerang maju mundur, kami lakukan pembiusan. Kemudian dilakukan evakuasi dengan memotong kawat-kawat yang menjerat tubuhnya.” Masyarakat, katanya, memang masih banyak memasang jerat babi atau ratus untuk melindungi tanaman mereka dari babi. Sementara, hewan belang ini belajar berburu, mengejar babi. “Babinya kecil bisa lolos, sedangkan ia sendiri (harimau) karena berukuran besar jadi tersangkut dan terjerat.” Usai evakuasi, BKSDA mengingatkan masyarakat agar lebih waspada karena mereka perkirakan ada harimau lain yang masih berkeliaran. Edi bilang, ada tiga harimau masih berkeliaran, dengan satu induk dan dua anakan yang masih dalam proses belajar berburu. “Untuk itu…This article was originally published on Mongabay
Jerat Babi Kembali Lukai Harimau di Pasaman
Jerat Babi Kembali Lukai Harimau di Pasaman





Comments are closed.