Mon,25 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Jerat Hukum 3 Petani Enrekang Buntut Konflik Berlarut dengan PTPN XIV Maroangin

Jerat Hukum 3 Petani Enrekang Buntut Konflik Berlarut dengan PTPN XIV Maroangin

jerat-hukum-3-petani-enrekang-buntut-konflik-berlarut-dengan-ptpn-xiv-maroangin
Jerat Hukum 3 Petani Enrekang Buntut Konflik Berlarut dengan PTPN XIV Maroangin
service

Sidi, Herman dan Amir bergegas dari Desa Botto Malangga, Kecamatan Maiwa,  menempuh perjalanan sekitar 30 km menuju pusat kota Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan,  pagi 1 April lalu.  Ketiga petani ini menggunakan dua motor beriringan.  Hari itu,  mereka  akan jalani persidangan di Pengadilan Negeri Enrekang sebagai terdakwa atas kasus perusakan dan penganiayaan di Kantor PTPN XIV Maroangin, Enrekang. Kepolisian Enrekang menetapkan mereka sebagai tersangka pada peristiwa kisruh 17 Januari 2026. Polisi mendakwa dengan Pasal 262 Ayat (1) KUHP atau Pasal 466 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 20 huruf c UU Nomor 1/2023 Jo UU Nomor 1/2026. Para petani itu dinyatakan melakukan kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama di muka umum. Dalam dokumen Berita Acara Pendapat (BAP) yang kepolisian keluarkan tertulis aksi Sidi, Herman dan Amir, membuat kaca dan meja Kantor PTPN XIV Maroangin rusak. Juga seorang karyawan perusahaan, Suparman (40) mengalami pemukulan. Kerugian perusahaan tertulis Rp6.500.000. Agenda pertama sidang PN Enrekang untuk tiga petani itu pada 1 April 2026, adalah pemeriksaan terdakwa. Pengadilan menjadwalkan pada pukul 10.00. Sidang ditunda hingga pukul 13.00. Tiga petani Enrekang menghadapi persidangan melawan PTPN XIV Maroangin. Sidi, 57 tahun (baju kotak biru), Amir 49 tahun (Baju putih) dan Herman 43 tahun (baju coklat). Foto: Eko Rusdianto/Mongabay Indonesia Sekitar pukul 11.00 seratusan petani dari Aliansi Masyarakat Massenrempulu (AMPU) unjuk rasa di depan PN Enrekang. Para petani membentangkan spanduk. “Tidak hanya ilegal tapi PTPN XIV Enrekang merampas tanah dan memenjarakan kami.” “Bebaskan 3 petani Ampu.” Penjara tak menyelesaikan konflik agraria.” Aksi itu berlangsung sekitar satu jam dominan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.