Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Apakah Buaya Siam dan Buaya Badas Hitam Jenis yang Sama?

Apakah Buaya Siam dan Buaya Badas Hitam Jenis yang Sama?

apakah-buaya-siam-dan-buaya-badas-hitam-jenis-yang-sama?
Apakah Buaya Siam dan Buaya Badas Hitam Jenis yang Sama?
service

Nama buaya siam (Crocodylus siamensis) mungkin terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di sekitar Danau Mesangat, Kalimantan Timur. Namun, jika disebut buaya badas hitam, warga lokal mengenalnya dengan baik. Keduanya spesies yang sama dan merupakan fauna akuatik khas Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Indonesia memiliki satwa tersebut di Danau Mesangat yang luasnya 7.142 hektar. Jenis ini terkenal di dunia, karena berbeda secara fisik dan morfologi dengan buaya muara. Penyematan nama siam, diberikan karena Thailand disebut menjadi negara asal satwa tersebut. Panjang tubuhnya sekitar 2-3 meter, meskipun pernah ditemukan sepanjang 4 meter dengan berat hingga 350 kilogram. Kepalanya terlihat lebih besar dari tubuhnya, beserta mata dan lubang hidung yang lebih tinggi dari permukaan air. Saat muncul ke permukaan, tubuhnya hampir tak terlihat. Buaya siam yang dikenal juga dengan sebutan buaya badas hitam di Danau Mesangat, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Foto: Dok. Konsorsium KEE Lahan Basah Mesangat Suwi Amir Hamidy, Direktur Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati Badan Riset dan Inovasi Nasional (SKIKH BRIN), menjelaskan meski diduga berasal dari Thailand, namun buaya siam sudah menjadi satwa asli Indonesia, di Danau Mesangat yang memiliki karakteristik air tawar. Habitat yang cuma ditemukan di danau tersebut, bisa terjadi karena dulunya danau ini  daratannya menyatu dengan daratan Benua Asia lain, khususnya Asia Tenggara. Kemudian terjadi proses isolasi yang menyebabkan buaya ini terperangkap di sana. “Meski ada danau air tawar lain di Indonesia, namun tidak berarti buaya siam bisa dipindahkan,” ungkap ahli herpetologi ini, Rabu (15/4/2026). Meski berasal dari daratan yang…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.