Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Belajar dari Kasus Monyet Peliharaan Serang Balita di Madura

Belajar dari Kasus Monyet Peliharaan Serang Balita di Madura

belajar-dari-kasus-monyet-peliharaan-serang-balita-di-madura
Belajar dari Kasus Monyet Peliharaan Serang Balita di Madura
service

Balita tewas kena serang monyet peliharaan tetangganya terjadi di Pasean, Pamekasan, Jawa Timur, 1 April lalu. Pegiat satwa menyesalkan kematian balita karena serangan monyet peliharaan ini dan menilai seharusnya tak terjadi kalau pemerintah tegas mengatur jual-beli maupun pemeliharaan primata itu. Kejadian bermula saat korban  dan dua anak lain tengah asyik bermain di sekitar rumahnya, lalu seekor monyet berlari dan menyerang mereka dengan agresif. Monyet itu merupakan peliharaan warga lain yang terlepas dari ikatan.  Naas, satu anak tidak sempat menyelamatkan diri dan menjadi sasaran gigitan monyet  itu. “Akibat serangan itu, korban mengalami luka robek pada paha kanan dan luka robek pada tangan kanan,” kata AKP Gunarto, Kapolsek Pasean, dalam keterangan tertulis yang Mongabay terima. Dia bilang, keluarga langsung membawa korban ke RSUD Waru. Setibanya di sana, balita itu sudah tak bernyawa. Mengutip Detik.com, Gunarto, menyebut, pemilik sudah menangkap dan membunuh monyet itu. “Sudah mati dibunuh oleh pemiliknya. Monyetnya memang kembali ke pemiliknya.” Benvika, Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN), mengatakan, monyet peliharaan lepas kemudian menyerang manusia sering terjadi di Indonesia. “Monyet serang manusia bukan kasus baru. Kejadian seperti ini sering terjadi dan terulang lagi. Kali ini pada akhirnya jatuh korban,” katanya kepada Mongabay, Sabtu (4/4/26). Dalam banyak kasus, katanya, penyebab kejadian karena masih bebasnya perdagangan monyet baik daring maupun luring. Hal ini terlihat di pasar hewan seperti di Jatinegara, Jakarta, pasar satwa dan tanaman hias Yogyakarta (PASTY) dan lain-lain. Di sana, bayi-bayi monyet maupun beruk bebas terpajang. Selain itu, penjualan daring pun menjamur lewat media sosial ataupun marketplace. Parahnya, ada komunitas…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.