Nama buaya siam (Crocodylus siamensis) mungkin terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di sekitar Danau Mesangat, Kalimantan Timur. Namun, jika disebut buaya badas hitam, warga lokal mengenalnya dengan baik. Keduanya spesies yang sama dan merupakan fauna akuatik khas Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Indonesia memiliki satwa tersebut di Danau Mesangat yang luasnya 7.142 hektar. Jenis ini terkenal di dunia, karena berbeda secara fisik dan morfologi dengan buaya muara. Penyematan nama siam, diberikan karena Thailand disebut menjadi negara asal satwa tersebut. Panjang tubuhnya sekitar 2-3 meter, meskipun pernah ditemukan sepanjang 4 meter dengan berat hingga 350 kilogram. Kepalanya terlihat lebih besar dari tubuhnya, beserta mata dan lubang hidung yang lebih tinggi dari permukaan air. Saat muncul ke permukaan, tubuhnya hampir tak terlihat. Buaya siam yang dikenal juga dengan sebutan buaya badas hitam di Danau Mesangat, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Foto: Dok. Konsorsium KEE Lahan Basah Mesangat Suwi Amir Hamidy, Direktur Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati Badan Riset dan Inovasi Nasional (SKIKH BRIN), menjelaskan meski diduga berasal dari Thailand, namun buaya siam sudah menjadi satwa asli Indonesia, di Danau Mesangat yang memiliki karakteristik air tawar. Habitat yang cuma ditemukan di danau tersebut, bisa terjadi karena dulunya danau ini daratannya menyatu dengan daratan Benua Asia lain, khususnya Asia Tenggara. Kemudian terjadi proses isolasi yang menyebabkan buaya ini terperangkap di sana. “Meski ada danau air tawar lain di Indonesia, namun tidak berarti buaya siam bisa dipindahkan,” ungkap ahli herpetologi ini, Rabu (15/4/2026). Meski berasal dari daratan yang…This article was originally published on Mongabay
Apakah Buaya Siam dan Buaya Badas Hitam Jenis yang Sama?
Apakah Buaya Siam dan Buaya Badas Hitam Jenis yang Sama?





Comments are closed.