Sat,18 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Mengenali Respons Tubuh yang Sering Dianggap Tak Penting

Mengenali Respons Tubuh yang Sering Dianggap Tak Penting

mengenali-respons-tubuh-yang-sering-dianggap-tak-penting
Mengenali Respons Tubuh yang Sering Dianggap Tak Penting
service

Bersin berulang, hidung terasa gatal, atau muncul bentol kemerahan pada kulit sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda alergi, Yakni respons berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.

Alergi dapat terjadi pada siapa saja dan kerap muncul tanpa disadari pemicunya. Fenomena ini dijelaskan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Mohammad Lukmanul Hakim Winugroho.

Ia menyebutkan alergi berkaitan dengan respons imun yang tidak normal terhadap alergen. “Secara sederhana, alergi adalah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang disebut alergen,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

Secara lebih detail, Lukman memaparkan, dalam bidang otolaringologi (telinga, hidung, dan tenggorokan/THT), terdapat tiga jenis rinitis, yaitu rinitis alergi, nonalergi, dan infeksi.

Ia menyebut rinitis alergi merupakan reaksi hipersensitivitas imunologis terhadap zat asing. Sedangkan rinitis non-alergi dipicu oleh faktor seperti iritan lingkungan, efek samping obat, dan gangguan hormonal. Adapun rinitis infeksi disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur, dan biasanya disertai demam.

Lukmanul Hakim menyatakan gejala alergi umumnya meliputi bersin, hidung tersumbat, serta gangguan pernapasan seperti sesak atau mengi. Pada kulit, alergi dapat muncul sebagai dermatitis atopik atau urtikaria dengan gejala gatal, ruam kemerahan, bentol, hingga kulit kering.

“Pemicunya beragam, mulai dari debu, serbuk sari, suhu dingin, hingga makanan dan bahan kimia tertentu,” urainya.

Ia menyebut, kerentanan terhadap alergi dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka risiko alergi pada anak akan menjadi lebih tinggi.

Selain itu, paparan debu, tungau, bulu hewan, polusi udara, asap rokok, hingga infeksi berulang pada masa anak-anak turut meningkatkan risiko.

Faktor lain seperti stres, gangguan barier mukosa, serta pola makan rendah antioksidan dan asam lemak omega-3 juga berperan. Meski belum dapat disembuhkan sepenuhnya, alergi dapat dikendalikan dengan baik.

Lukman menjelaskan langkah utama yang mesti dilakukan adalah mengidentifikasi dan menghindari pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

“Dengan mengenali pemicu alergi dan menerapkan pola hidup sehat, kita tidak hanya mencegah alergi kambuh, tapi juga menjaga tubuh tetap nyaman dan produktif,” tuturnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.