Jakarta Timur, Arina.id—Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Irfan Yusuf melepas 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada Kamis (23/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj meminta doa khusus untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang tetap kuat, bangsa yang sanggup menjalani situasi dunia yang tidak menentu.
“Saya mohon juga mendoakan pimpinan bangsa kita, Bapak Presiden Prabowo, supaya tetap sehat dan bisa menjalankan amanah bangsa yang berat, amanah membawa bangsa menuju ke masyarakat yang sejahtera,” ujar Irfan.
Dalam arahannya Gus Irfan berpesan agar petugas haji harus siap menghadapi berbagai kemungkinan terburuk selama bertugas di Tanah Suci.
“Anda semua harus siap dengan situasi di sana Siap semua? Siap dengan cuaca yang panas? Siap dengan situasi politik yang tidak jelas?” tegas Irfan.
Menurutnya, kondisi di Arab Saudi, khususnya di Mekkah, tidak selalu dapat diprediksi mengingat dinamika geopolitik di Timur Tengah.
“Kita tahu situasi geopolitik di sana tidak jelas sehingga berbagai kemungkinan-kemungkinan pun bisa terjadi. Jika terjadi kemungkinan terjelek pun Anda semua harus siap,” ujar Irfan dalam arahannya.
Seperti diketahui, memasuki hari ke-54 konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, situasi masih jauh dari kata tenang. Di tengah harapan meredanya perang, justru muncul dinamika baru yang memperlihatkan betapa rapuhnya upaya damai.
Presiden Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata. Langkah ini disebut sebagai upaya memberi waktu lebih bagi Iran untuk mengajukan proposal baru guna mengakhiri konflik, sekaligus membuka ruang bagi proses negosiasi. Namun di balik perpanjangan itu, tekanan terhadap Iran tidak benar-benar berkurang.




Comments are closed.