Jakarta –
Kesuksesan Siti Badriah sebagai penyanyi dangdut papan atas tidak diraih secara instan. Sebelum dikenal luas, ia harus melewati berbagai tantangan hidup saat meniti karier di industri musik Tanah Air.
Pengalaman itu diungkapkan langsung oleh Siti ketika menjadi bintang tamu dalam program For Your Pagi. Pada kesempatan tersebut, ia mengenang perjalanan panjang yang penuh perjuangan hingga bisa berada di titik sekarang.
Dalam masa sulit, Siti mengaku pernah tinggal di kos sederhana di kawasan Jakarta Selatan bersama asistennya yang masih memiliki hubungan keluarga, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“(Tinggal) di kosan (daerah Tebet, Jakarta Selatan), belum nikah. Sama asisten aku, jadi asisten aku itu saudara aku sendiri. Emak sama Bapak aku itu enggak ngizinin aku ke Jakarta kalau enggak ada keluarga,” ujar Siti, dikutip dari kanal YouTube TRANS 7 OFFICIAL, Senin (27/4/2026).
Meski lagu Berondong Tua sudah dikenal luas, Siti menyebut bayaran manggung off-air saat itu masih tergolong kecil sehingga belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, ia pernah berbagi sebungkus mi instan untuk makan berdua.
“(Berdua di kos-kosan) enggak punya duit, pas lagi zaman Berondong Tua, itu dibayar cuma Rp2 juta, Rp5 juta paling gede. Ya Alhamdulillah, tapi kita kan buat biaya hidup, ngirimin ke orang tua segala macam. (Makan) mi instan berdua. Jadi kalau tetangga kos masak ayam, ‘Wah wangi banget ya Ci. Kayak enak deh Ci ya’, gitu,” ungkap Siti.
Siti Badriah tidak pernah menyerah hingga akhirnya sukses
Perempuan berusia 34 tahun itu mengaku tidak pernah menyerah menghadapi masa sulit tersebut. Sebaliknya, ia tetap optimistis dapat meraih kesuksesan yang telah lama didambakannya, Bunda.
“Enggak (pernah menyerah), yakin,” tegas Siti.
Ketekunan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Ia berhasil meraih sejumlah penghargaan musik bergengsi, salah satunya Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2018 lewat lagu Lagi Syantik yang dipopulerkannya pada tahun yang sama.
“Di lagu Lagi Syantik dapat penghargaan AMI,” tutur Siti.
Meski telah meraih penghargaan, Siti mengaku tidak membebani timnya untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Ia justru memilih memberi dorongan agar tetap fokus bekerja dan memberikan hasil maksimal.
“Nah aku gitu jadi kayak ‘Aduh ini lagu gimana ya?’. Kalau dari tim-tim aku yang di belakang sih, ‘Ini pokoknya harus lebih bagus dari lagu Lagi Syantik’ segala macam gitu. Tapi, aku kayak, ‘Ya udahlah jangan berharap gitu. Kita mah pokoknya kerja ya kerja aja. Semakin berharap, semakin enggak’. Aku bilang gitu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa kesuksesan sebuah lagu tidak selalu datang dari harapan yang tinggi. Menurutnya, sikap santai tanpa penuh tekanan ini menjadi kunci keberhasilannya dalam berkarya.
“Ya kebanyakan gitu soalnya lagu Lagi Syantik pun aku enggak berharap apa-apa gitu. Nothing to lose. Kita juga syuting di parkiran kayak gitu-gitu udahlah enggak usah bagus-bagus, biasa aja,” tutur Siti.
Tak disangka, lagu tersebut justru kembali mengantarkan Siti mendapat penghargaan. Ia berhasil meraih penghargaan internasional di Thailand melalui ajang Look Tung Mahankom Awards 2019 untuk kategori Best ASEAN Economic Community Song, Bunda.
“Alhamdulillah, raih rekor muri juga,” ungkap Siti.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)





Comments are closed.