Ditulis oleh Hutama Prayoga •
KABARBURSA.COM – PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) terpantau mengalami tekanan jual investor asing melalui sejumlah broker dalam sepekan periode 27-30 April 2026.
Mengutip data perdagangan Stockbit, broker BK menjadi penjual terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp2,5 miliar sebanyak 137,5 ribu lot di harga rata-rata Rp185.
Selanjutnya, broker AK melepas saham KIJa senilai Rp1,8 miliar atau sebanyak 93,7 ribu lot dengan harga rata-rata Rp185.
Tekanan jual juga datang dari broker CC yang mencatat penjualan Rp821 juta dengan 44,3 ribu lot di harga rata-rata Rp186. Sementara, broker BB menjual sekitar Rp364 juta di harga rata-rata Rp182.
Selain itu, broker HD, TP, dan ZP juga tercatat melakukan pelepasan saham meski dengan nilai lebih kecil, masing-masing sebesar Rp7,7 juta, Rp5 juta, dan Rp1,8 juta.
Sementara di sisi pembelian, nilai transaksi tercatat jauh lebih kecil. Broker AI menampung dana asing dengan pembelian terbesar pekan ini senilai Rp99,8 juta atau sebanyak 5,3 ribu lot di harga rata-rata Rp188.
Selanjutnya broker AO membeli sekitar Rp9 juta, atau sebanyak 500 lot di harga Rp180. Sedangkan, broker PD hanya membeli saham KIJA sekitar Rp37,4 ribu atau 2 lot di harga Rp187.
Peregerakan Saham
Pada perdagangan terakhir, Kamis, 30 April 2026, saham KIJA ditutup anjlok hingga 3,74 persen ke level Rp180. Tak hanya itu, dalam sepekan, saham ini turun 2,70 persen.
Secara year to date (YTD), saham ini masih terkoreksi 14,29 persen, sementara dalam tiga bulan terakhir turun lebih dalam sebesar 21,05 persen.
Meski demikian, secara satu bulan saham KIJA masih mencatat kenaikan 3,45 persen, sedangkan dalam satu tahun terakhir naik 4,05 persen.
Untuk rentang lebih panjang, saham ini masih mencatat kenaikan 50 persen dalam tiga tahun, meski performa lima tahun hanya naik tipis 1,12 persen, dan dalam 10 tahun masih minus 30,82 persen. (*)





Comments are closed.