Sat,2 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. May Day 2026, Greenpeace Soroti Hak Pekerja di Tengah Krisis Iklim

May Day 2026, Greenpeace Soroti Hak Pekerja di Tengah Krisis Iklim

may-day-2026,-greenpeace-soroti-hak-pekerja-di-tengah-krisis-iklim
May Day 2026, Greenpeace Soroti Hak Pekerja di Tengah Krisis Iklim
service

Jakarta, NU Online

Memperingati Hari Buruh Internasional 2026 atau May Day, Greenpeace Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak dasar pekerja di tengah krisis iklim. Juru Kampanye Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menyampaikan bahwa kenaikan suhu bumi kini berjalan beriringan dengan kenaikan harga kebutuhan hidup. Sementara itu, upah yang stagnan membuat pekerja semakin terjepit di antara kebutuhan bertahan hidup dan menjaga martabat.

“Situasi ini semakin menegaskan bahwa pekerja berhak mendapatkan kehidupan yang layak,” ujarnya kepada NU Online, Jumat (1/5/2026).

Ia menyoroti bahwa krisis iklim tidak lagi dapat dipisahkan dari perjuangan ekonomi masyarakat sehari-hari. Menurutnya, krisis lingkungan telah bertransformasi menjadi krisis kualitas hidup. Pemanasan global turut menambah beban yang kerap tidak terlihat.

“Krisis iklim membuat pekerja makin sulit mencapai kesejahteraan. Mereka harus menanggung kenaikan biaya pangan, perumahan, transportasi, kesehatan, dan pendidikan tanpa diiringi pertumbuhan pendapatan,” tuturnya.

Jeanny menilai berbagai krisis global saat ini semakin memperjelas keterkaitan antara isu perburuhan dan lingkungan.

“Ketika kelas pekerja yang sudah dibebani persoalan ketenagakerjaan harus berhadapan dengan ancaman eksternal seperti krisis iklim dan geopolitik, maka penurunan kualitas hidup menjadi sulit dihindari,” ucapnya.

“Perjuangan kelas pekerja untuk mencapai kesejahteraan tidak bisa dilepaskan dari upaya melawan krisis iklim,” sambungnya.

Ia menambahkan, kelompok pekerja berpenghasilan menengah ke bawah menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi ini.

“Mereka paling rentan terhadap guncangan ekonomi, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), serta dampak kerusakan lingkungan akibat industri ekstraktif,” katanya.

Kerentanan tersebut juga terlihat di sektor maritim dan perikanan. Jeanny menemukan bahwa nelayan dan awak kapal perikanan (AKP), baik yang bekerja di kapal domestik maupun sebagai pekerja migran, masih kerap menjadi korban pelanggaran hak ketenagakerjaan.

“Lautan kita kaya, namun awak kapalnya jauh dari kata sejahtera,” ujarnya.

Meski pemerintah telah meratifikasi Konvensi ILO 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan (K-188), Jeanny menilai langkah tersebut sebagai kemajuan dalam perjuangan keadilan bagi pekerja sektor perikanan.

“Namun, perjuangan belum selesai. Kita harus mengawal dan memastikan implementasi K-188 di lapangan agar benar-benar melindungi hak asasi pekerja perikanan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut,” tegasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.