KABARBURSA.COM – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mencatatkan kinerja naik pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan penjualan dan laba bersih secara tahunan.
Emiten manufaktur furnitur ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,98 miliar atau naik 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 miliar.
Dari sisi top line, penjualan perseroan meningkat 6 persen secara tahunan menjadi Rp114 miliar, dibandingkan Rp107 miliar pada kuartal I 2025. Kinerja ini mencerminkan perbaikan operasional serta efektivitas strategi yang dijalankan sejak tahun lalu.
Direktur CINT, R Nurwulan Kusumawati, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil evaluasi strategi bisnis yang dilakukan perseroan berdasarkan kinerja sebelumnya.
“Kinerja Perseroan pada kuartal I 2026 mencerminkan konsistensi kami dalam menjalankan strategi berkelanjutan serta komitmen untuk memberikan nilai terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nurwulan dalam keterangan tertulis Ahad, 3 Mei 2026.
Menurut dia untuk menjaga tren positif, perseroan tetap fokus pada bisnis inti serta basis pelanggan loyal, terutama di segmen produk pendidikan dan perkantoran. Namun, CINT juga mulai memperluas sumber pertumbuhan melalui diversifikasi, termasuk masuk ke segmen healthcare atau kesehatan.
Langkah ini diperkuat melalui revitalisasi teknologi guna mendukung pengembangan produk di seluruh lini. Strategi tersebut diselaraskan dengan kebutuhan pasar, tren industri, serta peningkatan permintaan terhadap produk yang lebih fungsional dan ramah lingkungan.
Perseroan juga telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp15 miliar untuk mendukung pengembangan produk, sekaligus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas proses manufaktur.
Salah satu inovasi yang menjadi andalan adalah produk C-Pro Airmate. Produk ini dikembangkan menjadi berbagai turunan seperti matras rumah sakit, kasur bayi, bantal, hingga bantalan duduk dan leher.
Material yang digunakan diklaim lebih ramah lingkungan dan dapat didaur ulang, serta memiliki keunggulan dari sisi higienitas dan sirkulasi udara.
Produk ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan pasar kesehatan karena mudah dibersihkan dan mampu mengurangi risiko tungau, virus, serta bakteri.
“Kami memandang strategi pengembangan produk yang terdiversifikasi sebagai langkah tepat untuk menjawab dinamika pasar,” kata Nurwulan.
Sejalan dengan implementasi strategi tersebut, perseroan menargetkan penjualan sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp560 miliar atau tumbuh 8 persen. Sementara laba bersih ditargetkan meningkat 5 persen menjadi sekitar Rp35 miliar.
Secara historis, Chitose Internasional merupakan perusahaan manufaktur furnitur yang telah berdiri sejak 1978 dan mulai beroperasi pada 1979 dengan nama PT Chitose Indonesia Manufacturing. Perseroan dikenal sebagai produsen kursi dengan pendekatan ergonomi yang terus dikembangkan sejak awal 1980-an.
Perubahan nama menjadi PT Chitose Internasional dilakukan pada 2013, sebelum akhirnya melantai di Bursa Efek Indonesia pada 17 Juni 2014 dengan kode saham CINT. Sejak itu, perseroan terus memperluas portofolio produk dan memperkuat posisinya di pasar furnitur nasional maupun internasional.
Menilik data perdagangannya, saham CINT berada di kisaran 216 perlembar, perseroan juga membagikan dividen tunai sebesar Rp13,78 per saham. Jadwal pembagian dividen tersebut mencakup cum date pada 30 April 2026, ex date pada 4 Mei 2026, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak pada 5 Mei 2026, serta tanggal pembayaran yang dijadwalkan pada 22 Mei 2026.(*)





Comments are closed.